Kamis, 30 Juli 2026

Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!

 

sumber : https://renunganpdkk.blogspot.com


Bacaan dari Kitab Yeremia (18:1-6)

 
"Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku." 
    
Tuhan bersabda kepada Yeremia, “Pergilah segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan sabda-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. 

Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu rusak di tangannya, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut keinginannya. 

Kemudian bersabdalah Tuhan kepadaku, “Masakan Aku tidak bertindak terhadap kalian seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah sabda Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!


Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.
Ayat. (Mzm 146:2abc.2d-4.5.6)
1. Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
2. Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak – manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksud hatinya.
3. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: Dialah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Kis 16:14b) 
Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Putra-Mu.
              
Inilah Injil Suci menurut Matius (13:47-53)
  
"Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang."
   
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. 

Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana akan ada ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?” 

Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendahraannya.” 

Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana.
Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan :

Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu rusak di tangannya, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut keinginannya. Kemudian bersabdalah Tuhan kepadaku, “Masakan Aku tidak bertindak terhadap kalian seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah sabda Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Indah sekali perumpamaan yang diberikan Tuhan. Tanah liat yang tidak jadi periuk yang diinginkan, diubah dalam bentuk lain agar tetap berguna dan menjadi indah.

Demikian juga kita. Yang sudah rusak tidak Ia singkirkan. Dengan penuh kasih sayang Ia membentuk kita menjadi sangat baik dan indah. Amin. 

Terimakasih Tuhan Yesus. Dengan perantaraanMu, Allah Bapa mengubah hidupku menjadi berarti di hadapanNya.


Rabu, 29 Juli 2026

"Saudaramu akan bangkit"

sumber : floresku.com

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (4:7-16)


"Allah adalah kasih."

Anak-anakku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita. Anak-anakku kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita pun saling mengasihi. 

Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui, bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 

Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan.
Ayat. (Mzm 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11)

1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
4. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
5. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
6. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan, tidak akan kekurangan suatu pun. 
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 8:12)
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, dan ia akan mempunyai terang hidup. 
 
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (11:19-27)

"Akulah kebangkitan dan hidup!" 
 
Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. 

Maka kata Marta kepada Yesus, 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.' 

Kata Yesus kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya, "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus, "Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup dan percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" 

Jawab Marta, "Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

(Demikianlah Sabda Tuhan).

Renungan:
Maka kata Marta kepada Yesus, 'Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.' 

Kata Yesus kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit." 

Orang mati dihidupkan?! Ini mustahil. Tidak mungkin orang yang baru saja dikuburkan, dan sudah 4 hari di makam bisa hidup kembali.  Namun Yesus berkata kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit." 

Maka wajar bila Marta berkata, "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."  Marta menjawab demikian sesuai dengan pemahaman dari Kitab Suci bahwa akan ada kebangkitan pada akhir zaman.

Namun yang dimaksud Yesus tidak demikian. Ia memang benar-benar akan membangkitkan Lazarus pada saat itu juga! Apakah kemungkinan ini ada dalam benak Marta? Sepertinya tidak.

SUATU MUKJIZAT BESAR MEMBUTUHKAN KEPERCAYAAN YANG SANGAT BESAR PULA. KARENA YESUS SANGAT MENGASIHI LAZARUS, MARIA, DAN MARTA, MAKA IA MELAKUKAN MUKLJIZAT ITU.

Yesus juga sangat mengasihi kita. Bila kita ingin Yesus melakukan mukjizat besar dalam diri kita, apakah kita juga sudah mempunyai kepercayaan yang sangat besar kepadaNya?

Jumat, 24 Juli 2026

Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."

generated by AI

Bacaan dari Kitab Yeremia (3:14-17)

 
"Segala bangsa akan berkumpul ke Yerusalem."

Tuhan bersabda, “Bertobatlah, hai anak-anak yang murtad, sebab Akulah tuanmu! Aku akan mengambil kalian, seorang dari setiap kota, dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kalian ke Sion. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku. Mereka akan menggembalakan kalian dengan pengetahuan dan pengertian.

Apabila pada masa itu kalian bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini,” demikianlah sabda Tuhan, “maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian Tuhan. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi diingat orang. Orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali.

Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta Tuhan, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama Tuhan di Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah menuruti kedegilan hatinya yang jahat.”

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan akan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.
Ayat. (Yer 31:10.11–12ab.13; R: 10d)

1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan menghimpunnya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!
2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas Bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.
3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 8:15) 
Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah dalam ketekunan. 
    
Inilah Injil Suci menurut Matius (13:18-23)

"Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. 

Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. 

Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. 

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. 

Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh ganda."

(Demikianlah Sabda Tuhan)

Renungan :

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. 

1. Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan.

Mendengar, tapi tidak memahami. Tanpa kita sadari kita sering berada dalam keadaan seperti itu. Maka Sabda Tuhan menjadi tidak ada artinya. Sebagai satu langkah maju, kita bisa bertanya kepada orang yang lebih tahu, mendengarkan penjelasan di youtube, atau media sosial lain. Banyak sumber yang bisa membuka sedikit demi sedikit pengertian kita.

2. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad.

Mendengar Sabda Allah, dan spontan mengalami kegembiraan saat mendengarnya. Tapi itu hanya sesaat, karena  Firman Tuhan belum merasuk ke dalam hati. Maka ketika kita dianiaya atau dicobai karena iman, kita mudah goyah dan mudah menyerah.

3. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah.

Mendengar Sabda Allah dan sudah mulai  merasuk ke dalam hati. Namun logika dan perasaan kita masih menguasai. Maka ketika dalam beban dan kesulitan hidup, kita begitu cemas, kuatir, dan takut. Kita bertanya-tanya, apakah Tuhan benar-benar ada, kalau Dia ada, mengapa kita dibiarkanNya menderita; lalu kita mulai tidak percaya. Sebaliknya yang hidup dalam nikmat duniawi yang begitu menggoda. Keindahan dunia yang melenakan, nafsu ragawi yang mampu terpenuhi, membuat lupa bahwa itu adalah karunia Allah dan bersifat sementara. Maka ia hanya hidup untuk dirinya sendiri saja, tidak menjadi berkah bagi orang lain

4. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh ganda."

Mendengar Sabda Allah dan sudah  merasuk ke dalam hati. Membentuk pondasi iman yang kuat. Ketika dalam kesulitan hidup, ia tetap percaya Tuhan menyertainya. Iman yang kuat mengalahkan kecemasan dan kekuatiran. Ia senantiasa berdoa agar diberi Roh Kudus yang akan menuntunnya melewati kesulitan demi kesulitan. Dirinya tetap memancarkan iman dan pengharapan yang besar pada Tuhan. Ia tetap berusaha menghidupi Sabda Allah. Ia berusaha mengasih, murah hati dalam keterbatasannya, ia memberikan waktu dan tenaga, ia menjadi pendengar bagi orang yang sedang berkeluh kesah, ia menjadi pendoa bagi orang yang membutuhkan doa-doanya, Ia berusaha melakukan sepenuh hati akan segala tugas dan tanggungjawabnya. Ia rendah hati dan tetap diam ketika dihina. Ia berusaha mengampuni dan berdamai dengan diri. Ia menjadi inspirasi orang lain dalam kesederhanaan dan kepasrahan. Ia berbuah sepuluh kali lipat, tigapuluh kali lipat, enampuluh kali lipat, seratus kali lipat.

 Yang hidup dalam kelimpahan dan kemegahan dunia pun tidak menjadi terlena. Ia percaya bahwa semua itu adalah karunia Allah dan bersifat sementara. Maka ia yang diberi banyak oleh Allah, semakin berbuat banyak juga kepada orang lain. Hidupnya menjadi berkah bagi orang-orang yang ia tolong atau ia selamatkan. Ia berbuah enampuluh kali lipat, seratus kali lipat.

 

Minggu, 05 Juli 2026

"Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat"

source : https://www.slideshare.net


Bacaan dari Kitab Zakharia (9:9-10)      

    
"Lihat! rajamu datang kepadamu."
     
Beginilah firman Tuhan, “Bersorak-sorailah dengan nyaring, hai Putri Sion, bersorak-sorailah, hai Putri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya! Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 

Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim; Ia akan memusnahkan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan ia lenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
    
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Allah, Rajaku, selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 145:1-2.8-9.10-11; Ul: 1)
1. Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku. Aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.
2. Tuhan itu pengasih dan penyayang panjang sabar dan besar kasih setianya. Tuhan itu baik kepada semua orang penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
3. Segala yang Kaujadikan aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan dan orang-orang yang Kau kasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (8:9.11-13)
    
"Jika oleh Roh, kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup."
             
Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal dalam dirimu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukanlah milik Kristus. 

Dan jika Roh Allah, yang membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, diam di dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu. 

Jadi, saudara-saudara, kita ini orang berhutang, tetapi bukan kepada daging supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati. Tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Mat 11:25)
Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

 
Inilah Injil Suci menurut Matius (11:25-30)
    
"Aku lemah lembut dan rendah hati."
      
Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya. 

Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

sumber : renunganpagi.id

Selasa, 30 Juni 2026

“Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”

 

sumber parentandchildbiblereading.com


Bacaan dari Nubuat Amos (3:1-8; 4:11-12)

  
"Nabi sebagai penyambung lidah Allah."
 
Hai orang Israel, dengarkanlah sabda Tuhan tentang dirimu ini, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun ke luar dari tanah Mesir. Beginilah sabda-Nya, “Hanya kalian yang Kupilih dari segala kaum di muka bumi. Sebab itu Aku akan menghukum kalian karena kesalahanmu. Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji? Mengaumkah seekor singa di hutan apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa? Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat di sana? Membingkaskah perangkap, jika tidak ada yang ditangkap? 

Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan bukan Tuhan yang melakukannya. Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan Allah telah bersabda, siapakah yang tidak bernubuat? 

Aku telah menjungkirbalikkan kota-kotamu seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kalian menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran. Namun kalian tidak berbalik kepada-Ku. Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiap-siaplah untuk bertemu dengan Allah, hai Israel.”

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu.
Ayat. (Mzm 5:5-6.7.8)

1. Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.
2. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.
3. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (
Mzm 130:5) 
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku mengharapkan sabda-Nya. 
      
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:23-27) 
  
 "Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali."
 
Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu, dan murid-murid-Nya mengikuti Dia. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu ditimbus gelombang. Tetapi Yesus tidur. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” 

Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

(Demikianlah Sabda Tuhan)

sumber : renunganpagi.id

Renungan:
Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Hari ini kita melihat besar kuasa Yesus Kristus! Angin ribut yang mengamuk di danau dihardikNya, dan seketika tenanglah danau itu. Perkataan Yesus menohok para murid,“Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”

Perkataan itu juga ditujukan bagi kita yang kadang kurang percaya, terlebih ketika gelombang badai kehidupan menerpa kita. Apakah pada saat itu kita tetap percaya penuh pada Tuhan, atau hati kita goyah seperti pada murid? Bagaimana semestinya sikap kita bila kita ingin selamat?

Jesus Calms the Storm

 Matthew 8:23-27

source :parentandchildbiblereading.com

Jesus Calms the Storm

23 Then he got into the boat and his disciples followed him. 24 Suddenly a furious storm came up on the lake, so that the waves swept over the boat. But Jesus was sleeping. 25 The disciples went and woke him, saying, “Lord, save us! We’re going to drown!”

26 He replied, “You of little faith, why are you so afraid?” Then he got up and rebuked the winds and the waves, and it was completely calm.

27 The men were amazed and asked, “What kind of man is this? Even the winds and the waves obey him!”

Reflection :

Today we witness the greatness of Jesus Christ's power! He rebuked the raging wind and the stormy sea, and immediately the waters became completely calm. Jesus' words struck His disciples deeply: "Why are you afraid, you of little faith?"

These words are also meant for us, because there are times when our faith wavers, especially when the storms of life come crashing upon us. At those moments, do we continue to trust fully in the Lord, or do our hearts become shaken like the disciples'? If we truly desire to be saved, what should our response be?

Jumat, 26 Juni 2026

“Lord, if you are willing, you can make me clean”

 Matthew 8:1-4

source : https://www.vxvchurch.com/matthew-8-1-4
Jesus Heals a Man With Leprosy

8 When Jesus came down from the mountainside, large crowds followed him. 2 A man with leprosy[a] came and knelt before him and said, “Lord, if you are willing, you can make me clean.”

3 Jesus reached out his hand and touched the man. “I am willing,” he said. “Be clean!” Immediately he was cleansed of his leprosy. 4 Then Jesus said to him, “See that you don’t tell anyone. But go, show yourself to the priest and offer the gift Moses commanded, as a testimony to them.”

REFLECTION:

"Lord, if You are willing, You can make me clean."
Jesus reached out His hand, touched the man, and said, "I am willing. Be clean!" Immediately, the man was cleansed of his leprosy.

Here we witness an intimate, warm, and personal conversation. It begins with a humble request from a man who is suffering leprosy. He does not demand anything. He knows who is standing before him. The One he is speaking to can do all things—even what is impossible for human beings. He trusts Him completely, so he simply says, "Lord, if You are willing, You can make me clean."

And the Lord, to whom this gentle and humble request is addressed, is pleased with it. He responds with warmth and compassion: "I am willing. Be clean!" At once, the man is cleansed of his leprosy. There is no need for surgery, medical treatment, or any process of healing. The leper is instantly made whole. His faith has brought him healing because he has come before the right Person—Jesus, the Son of God, the Almighty.

Are we also worthy to speak before the Lord Jesus? Are the words we speak to Him the right ones? Is Jesus pleased with our prayers, or are they still not pleasing to Him?

Holy Spirit, teach us to place the right words upon our lips, so that our prayers may be pleasing in His sight. Amen.