Senin, 01 Juni 2026

Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!”

 Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus (3:12-15a.17-18)


"Kita menantikan langit dan bumi yang baru."
 
Saudara-saudara terkasih, kalian menantikan dan berusaha mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa oleh api dan unsur-unsur dunia akan lebur oleh nyalanya. 

Tetapi sesuai dengan janji Allah, kita menantikan langit dan bumi yang baru, tempat terdapat kebenaran. Sebab itu, 

Saudara-saudaraku terkasih, seraya menantikan semuanya itu, haruslah kalian berusaha supaya kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, serta dalam perdamaian dengan Dia. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat. 

Saudara-saudaraku terkasih, kalian telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah! Jangan sampai kalian terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan sampai kehilangan peganganmu yang teguh. 

Tetapi hendaklah kalian bertumbuh dalam kasih karunia dan semakin mengenal Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Terpujilah Dia. Bagi-Nya kemuliaan sekarang dan selama-lamanya.
  
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-temurun.
Ayat. (Mzm 90:2.3-4.10.14.16)
1. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, sebelum bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari sediakala sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
2. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan berkata, “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
3. Masa hidup kami tujuh puluh tahun, atau jika kuat, delapan puluh tahun, tapi isinya hanyalah kesukaran dan penderitaan; begitu cepat mereka lewat dan kami hanyut lenyap.
4. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Biarlah hamba-hamba-Mu menyaksikan perbuatan-Mu, biarlah anak cucu mereka menyaksikan semarak-Mu.


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Ef 1:17-18)
Semoga Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata budi kita agar kita mengenal harapan panggilan kita.  


Inilah Injil Suci menurut Markus (12:13-17)

"Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah."

Pada waktu itu beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus, untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur. Engkau tidak takut kepada siapa pun, sebab Engkau tidak mencari muka, tetapi dengan jujur mengatakan jalan Allah. Nah, bolehkah kita membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” 

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mencobai Aku? Tunjukkanlah suatu dinar untuk Kulihat!” Mereka menunjukkan sekeping dinar. 

Lalu Yesus bertanya, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan kaisar.” 

Maka Yesus berkata kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungn :

 “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!”

Tetapi hendaklah kalian bertumbuh dalam kasih karunia dan semakin mengenal Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

 

Orang Kudus hari ini: 02 Juni 2026 St. Marselinus dan Petrus, Martir

 
CC BY-SA 3.0, melalui Wikimedia Commons

 
 
 Hari ini, Gereja memperingati St. Marselinus dan St. Petrus. Santo Marsellinus dan Santo Petrus adalah orang Kristen yang setia yang dianiaya karena iman mereka, dan menurut tradisi Kristen, mereka adalah imam atau pelayan iman, dengan Santo Marsellinus konon seorang imam dan Santo Petrus seorang pengusir setan, yang ditangkap dan disiksa selama salah satu episode penganiayaan Kristen paling brutal di bawah Kaisar Romawi Diocletian. Menurut tradisi yang sama, kedua santo itu dengan senang hati menghadapi kemartiran dan mempersiapkan tempat di mana mereka kemudian dipenggal dan dikuburkan, di tempat yang sengaja disembunyikan agar mereka tidak dapat dihormati oleh orang Kristen lainnya di kemudian hari.

Namun demikian, menurut tradisi Gereja, Tuhan mengilhami dua wanita, bernama Lucilla dan Firmina untuk menemukan tempat kemartiran dan penguburan kedua martir besar itu, dan mereka dimakamkan dengan layak, menjadi inspirasi besar bagi banyak orang Kristen lainnya di era selanjutnya, hingga zaman kita. Kisah tentang keberanian dan iman mereka yang teguh di tengah cobaan, kesulitan, dan tantangan berat yang harus mereka hadapi sebagai hamba dan pengikut Tuhan akan menginspirasi banyak umat Allah selama bertahun-tahun, dekade, dan abad berikutnya, dan bahkan diabadikan dalam Kanon Romawi di antara beberapa martir yang terdaftar di sana menyoroti betapa berpengaruhnya Santo Marsellinus dan Santo Petrus dalam sejarah Gereja sepanjang zaman. Oleh karena itu, kehidupan dan teladan mereka juga harus menjadi inspirasi dan contoh bagi kita semua. 
 
Menurut New Catholic Encyclopedia , "Legenda menyatakan bahwa para martir dipenggal setelah mereka menggali kuburan mereka di hutan , tetapi relik mereka secara ajaib ditemukan dan dibawa ke ruang bawah tanah." Legenda mengklaim bahwa kedua martir itu muncul dalam mimpi kepada seorang wanita Romawi yang kaya dan mereka menunjukkan tempat di mana mereka menjadi martir. Paus Vigilius memasukkan nama mereka ke dalam Kanon Misa (Doa Syukur Agung I) pada abad ke-6, bersamaan dengan saat ia merestorasi makam mereka.  Umat ​​Kristen perdana sering berkumpul di makam mereka di kompleks pemakaman yang kemudian dikenal sebagai Katakombe Marcellinus dan Petrus. Katakombe ini masih dilestarikan hingga kini dan berisi banyak lukisan dinding awal tentang adegan-adegan Alkitab dan karya seni Kristen awal.
   
Banyak di antara umat beriman Tuhan yang menderita, ditangkap dan disiksa, dan tidak sedikit yang menjadi martir karena iman mereka, termasuk St. Marselinus dan St. Petrus sendiri. Mereka menolak untuk melepaskan iman mereka kepada Tuhan, dan mereka terus menjaga kepercayaan mereka kepada Tuhan sampai akhir, dan mereka dieksekusi karena iman Kristen mereka sebagai contoh bagi banyak orang lain. Namun, contoh-contoh keberanian yang telah mereka tunjukkan, bersama dengan inspirasi-inspirasi hebat yang telah mereka buat, mukjizat-mukjizat yang dikaitkan dengan mereka, memperkuat banyak rekan Kristen lainnya baik dari generasi mereka maupun generasi setelah mereka. Dan semoga ini juga memperkuat iman kita sendiri kepada Tuhan, agar kita tidak mudah melepaskan iman kita sendiri dalam menghadapi banyak pergumulan dan kesulitan yang mungkin harus kita hadapi di jalan dan perjalanan kita sendiri menuju Tuhan. 

sumber: renunganpagi.id

 Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus (1:1-7)


"Yesus Kristus telah menganugerahkan kepada kita janj-janji yang berharga. Berkat Dia, kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi."

Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Allahku, pada-Mulah aku percaya
Ayat. (Mzm 91:1-2.14-15ab.15c-16)
1. Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, "Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai."
2. Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakannya.
3. Aku akan meluputkan dia dan memuliakannya, dengan umur panjang akan Kukenyangkan dia; kepadanya akan Kuperlihatkan keselamatan yang datang dari pada-Ku."
   

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Why 1:5ab)
Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari alam maut; Engkau mengasihi kami dan mencuci dosa kami dalam darah-Mu.     
  
   Inilah Injil Suci menurut Markus (12:1-12)

"Mereka menangkap dan membunuh putra kesayangan, dan melemparkannya ke luar kebun anggur."

Pada suatu hari Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya, "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 

Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. 

Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. 

Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 

Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. 

Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? "Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain." 

"Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." 

Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia."

Demikianlah Sabda Tuhan.

RENUNGAN:

Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. 

Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? "Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain." 

"Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." 

Dari rasul Petrus: supaya olehNya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

  Hari ini, Gereja memperingati St. Yustinus, Martir. St Yustinus adalah teladan yang luar biasa bagi kita semua dalam bagaimana dia sepenuhnya mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan dalam kegigihannya dalam menanggung semua tantangan dan penganiayaan yang dia hadapi, bahkan sampai saat kemartirannya, selalu penuh dengan penderitaan iman dan komitmen kepada Tuhan. Santo Yustinus adalah seorang Yunani yang memeluk agama Kristen ketika bertemu dengan seorang lelaki tua, yang kemungkinan besar adalah seorang Kristen Suriah di tepi pantai, dan terlibat dalam dialog dengannya tentang Tuhan, meyakinkannya bahwa iman kepada Tuhan, para nabi dan utusan-Nya jauh lebih baik dan unggul daripada terlibat dalam kebijaksanaan dan perdebatan para filsuf, karena Santo Yustinus saat itu sedang mencari makna hidup dan kebenaran.

Santo Yustinus hidup antara tahun 100 dan 165 dan merupakan seorang filsuf dan pembela iman Kristen. Ia sangat ingin mewartakan iman Kristen yang baru ditemukannya dan menjelaskannya dengan cara yang dapat dipahami oleh orang-orang kafir di Kekaisaran Romawi. St. Yustinus, Martir menulis Apologi Pertama yang terkenal pada abad ke-2, di mana ia membela kepercayaan Kristen awal pada Ekaristi.

"Dan makanan ini kami kenal dengan sebutan Ekaristi, dan tak seorangpun boleh mengambil bagian di dalamnya, selain ia yang percaya bahwa hal- hal yang kami ajarkan adalah benar dan ia yang telah dibaptis untuk penghapusan dosa- dosa, dan untuk kelahiran kembali, dan ia yang hidup sesuai dengan ajaran Kristus. Sebab bukanlah seperti roti dan minuman biasalah yang kami terima, tetapi, seperti Yesus Kristus Penyelamat kita, yang telah menjelma menjadi daging oleh Sabda Allah, mempunyai daging dan darah untuk penyelamatan kita, demikianlah juga, kami diajarkan bahwa makanan yang telah diberkati oleh doa dari Sabda-Nya dan daripada perubahannya (transmutation) tubuh dan darah kita dikuatkan, adalah daging/tubuh dan darah Yesus yang telah menjelma menjadi daging. Sebab para rasul, dalam ajaran-ajaran Yesus yang mereka susun yang disebut Injil, telah menurunkan kepada kita apa yang telah diajarkan kepada mereka; yaitu bahwa Yesus mengambil roti, dan ketika Ia telah mengucap syukur, berkata, “Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku, inilah Tubuh-Ku: Dan lalu dengan cara yang sama, setelah mengambil piala dan mengucap syukur, Ia berkata, “Inilah Darah-Ku”, dan memberikannya kepada mereka…."

Meskipun kepercayaan Gereja terhadap Ekaristi terkadang tampak seperti penemuan abad pertengahan, kepercayaan tersebut berakar pada Injil dan kepercayaan umat Kristen awal. Setelah itu, St. Yustinus mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk mengejar Kabar Baik, yakin sepenuhnya akan pesan kebenaran yang telah dibawa oleh Kristus Tuhan kita kepada kita, dan yang telah diungkapkan Tuhan kepada kita dengan kedatangan-Nya, dan melalui Roh Kudus yang telah diutus kepada kita semua. St Yustinus mewartakan Tuhan sejak saat itu, semua kebenaran dan Injil-Nya, dan mulai mengajar sebagai seorang filsuf Kristen, mengumpulkan cukup banyak orang yang yakin dengan apa yang telah dia khotbahkan tentang Tuhan, dengan kebijaksanaan dan semangat yang besar. St Yustinus dan beberapa muridnya, menurut tradisi Gereja, dianiaya dan menjadi martir oleh otoritas Romawi selama salah satu episode penganiayaan terhadap orang Kristen. Dia tetap teguh bertahan dalam imannya sampai akhir, menginspirasi banyak generasi sesudahnya. St. Yustinus menjadi martir di Roma sekitar tahun 165. Ia dihormati sebagai salah satu santo pelindung para filsuf.


sumber : Renungan pagi.id

Senin, 11 Mei 2026

"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat"

 Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:22-34)    

  
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan sisi rumahmu."
      
Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas; lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 

Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 

Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 

Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini.” 

Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka keluar, sambil berkata, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” 

Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur-bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. 

Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil
Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 16:7,13)
Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.
    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (16:5-11)
      
"Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu."
      
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. 

Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

Demikianlah Sabda Tuhan,

Renungan hari ini 



"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku".

 

sumber : https://emanhlw1.blogspot.com


Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:11-15)

     
"Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."
      
Setelah Paulus mendapat pesan dari Surga supaya menyeberang ke Makedonia, kami, Paulus dan Silas, bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake. Keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dan dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. 

Pada hari Sabat kami keluar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ. Setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. 

Salah seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lidia, turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, seorang yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Sesudah dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, Lidia mengajak kami, katanya, “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (bdk. Yoh 15:26b.27b)
Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi.
 
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (15:26--16:4a)
    
"Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."
     
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 

Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan; bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” 

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:

Pendahuluan

Ketika kita sedang berada dalam situasi yang sulit, ketika keadaan tidak menyenangkan, kadang kita bertanya,"Mengapa ini terjadi pada saya, Tuhan?" 

Renungan ini membahas bagaimana Tuhan sudah menyatakan sebelumnya kepada para muridNya, bagaimana situasi yaang amat sulit akan terjadi pada mereka.

Pemberitahuan Yesus Terhadap Para Rasul

"Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” 

Kalau Tuhan Maha Baik, mengapa situasi yang sulit ini harus terjadi? Bahkan para murid sudah diberitahu oleh Tuhan Yesus,  bahwa mereka akan dikucilkan; bahwa akan datang saatnya setiap orang yang membunuh para rasul akan menyangka bahwa mereka berbuat bakti bagi Allah. 

Betapa situasi menjadi terbolak balik, dan itu  dihadapi oleh para rasul di tengah mereka mengemban tugas yang diamanatkan oleh Yesus:"Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 

Murid-murid dalam Ketidakpastian

Apakah para murid menjadi galau atas segala yang diucapkan Yesus? Saya membayangkan situasi mereka, mungkin mereka jadi bingung atas segala perkataan Yesus ini. Mereka bertanya satu sama lain, apa sebenarnya maksud Guru. 

Dan detik-detik perpisahan dengan Yesus sudah semakin dekat. Yesus mulai berbicara bahwa Ia harus kembali kepada Bapa. Yesus sering sekali berbicara tentang hal-hal yang berat. 

Mereka mulai dihinggapi kecemasan dalam ketidakpastian, apa yang akan terjadi pada mereka bila Yesus sudah tidak bersama mereka? Dalam ketidakpastian mereka bertanya-tanya, apa sebenarnya maksud Sang Guru.
"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku". Sebenarnya apa maksudMu, Tuhan?

Sebelum berpisah Yesus hanya menjanjikan satu hal yaitu ,"Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Dalam ketidakpastian, para murid tidak jadi kecewa dan tidak menolak Yesus. Mereka tetap tinggal bersama Yesus.


Kita juga menghadapi Ketidakpastian

Kita juga sering sekali mengalami ketidakpastian. Kita bertanya-tanya saat kita mengalami kesulitan hidup. Seakan-akan Tuhan meninggalkan kita. Memikul beban hidup, mengalami penderitaan, terkena sakit, tertimpa musibah, membuat kita mulai menyangsikan Tuhan dan bertanya,"Mengapa ini terjadi pada saya? Apa maksudMu, Tuhan?"

Perkataan Tuhan Yesus kepada para muridnya  juga ditujukan kepada kita sebagai pengikutnya,"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku".

Apakah kita juga bersikap seperti para murid, tidak kecewa dan tidak menolak Yesus? Tetap tinggal bersama Yesus walau dalam ketidakpastian?

Kesimpulan: Percaya pada Janji Tuhan

Para murid percaya pada Roh Penghibur yang dijanjikan Tuhan, walau mereka tidak tahu kapan Roh itu  akan datang.

Mereka percaya pada Tuhan, walau dalam kesulitan dan ketidakpastian. Apakah kita juga mampu bersikap seperti para murid tersebut? Percaya pada jTuhan walau dalam ketidakpastian? Tetap tinggal bersama Yesus? Percaya akan datangnya Roh Penghibur seperti yang dijanjikan Tuhan?

Para murid menjadi pedoman bagaimana semestinya kita bersikap di hadapan Tuhan. Hari demi hari dari bacaan harian kita akan tahu bagaimana hasil dari para murid yang tetap setia dan percaya pada Tuhan Yesus.


Senin, 04 Mei 2026

Kekuatan Iman: Bagaimana Keyakinan Menciptakan Keajaiban dalam Kehidupan

Renungan harian, 03 Mei 2026

Kekuatan Iman: Bagaimana Keyakinan Menciptakan Keajaiban dalam Kehidupan 

sumber : https://menarasumba.com

Pendahuluan

Iman sering dipandang sebagai sesuatu yang abstrak, namun iman sebenarnya memainkan peran yang sangat kuat dalam membentuk kehidupan sehari-hari. Tindakan sederhana berupa keyakinan dapat memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Renungan ini membahas bagaimana iman dan kepercayaan kepada Tuhan dapat membawa perubahan yang berarti, bahkan apa yang oleh banyak orang disebut sebagai “keajaiban.”

Iman sebagai Awal Mula Keajaiban

“Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” (Yohanes 14:12)

Apakah Anda percaya bahwa setiap mukjizat dimulai dengan iman? Bila Anda benar-benar percaya, maka mukjizat terjadi  Keyakinan sering kali mendahului kenyataan. Iman adalah kemampuan untuk mempercayai sesuatu meskipun hal itu belum terlihat. Ketika kita benar-benar percaya, kita mulai bertindak secara berbeda—kita membawa harapan, keyakinan, dan rasa damai.

Hidup Seolah-olah Berkat Sudah Ada

Iman memungkinkan kita merasakan sukacita bahkan sebelum doa-doa kita dijawab.

Iman membuat kita dapat tersenyum seolah-olah mimpi-mimpi kita sudah terwujud.

Iman mendorong kita memberi dengan murah hati seolah-olah kelimpahan sudah mengalir ke dalam hidup kita.

Pola pikir ini sering disebut  sebagai “manifestasi” atau “sugesti positif.” Namun, pada intinya, iman  lebih dalam dari itu.

Iman yang Berakar pada Kepercayaan kepada Tuhan

Iman sejati bukanlah sekadar berpikir positif. Iman adalah kepercayaan yang mendalam kepada Tuhan—keyakinan bahwa Dia hadir, bekerja, dan membimbing hidup kita.

Ketika kita menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan, perspektif kita berubah. Kita tidak lagi dikendalikan oleh ketakutan atau ketidakpastian, melainkan diperkuat oleh harapan dan keyakinan.

Kesimpulan: Makna Sejati dari Beriman

Iman lebih dari sekadar kata-kata—ia adalah cara hidup. Iman adalah memilih untuk percaya sebelum melihat, bersukacita sebelum menerima, dan mempercayai bahkan di tengah ketidakpastian.

Pada akhirnya, iman bukan hanya tentang mengharapkan mukjizat, tetapi tentang membangun hubungan yang lebih dalam dengan Allah, di mana kepercayaan menjadi dasar dari segala yang kita lakukan.