Senin, 11 Mei 2026

"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat"

 Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:22-34)    

  
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan sisi rumahmu."
      
Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas; lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 

Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 

Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 

Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini.” 

Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka keluar, sambil berkata, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” 

Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur-bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. 

Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8)
1. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
2. Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
3. Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil
Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 16:7,13)
Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.
    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (16:5-11)
      
"Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu."
      
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. 

Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsyafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

Demikianlah Sabda Tuhan,

Renungan hari ini 



"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku".

 

sumber : https://emanhlw1.blogspot.com


Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:11-15)

     
"Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."
      
Setelah Paulus mendapat pesan dari Surga supaya menyeberang ke Makedonia, kami, Paulus dan Silas, bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake. Keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dan dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. 

Pada hari Sabat kami keluar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ. Setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. 

Salah seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lidia, turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, seorang yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Sesudah dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, Lidia mengajak kami, katanya, “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (bdk. Yoh 15:26b.27b)
Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi.
 
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (15:26--16:4a)
    
"Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."
     
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 

Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan; bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” 

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:

Pendahuluan

Ketika kita sedang berada dalam situasi yang sulit, ketika keadaan tidak menyenangkan, kadang kita bertanya,"Mengapa ini terjadi pada saya, Tuhan?" 

Renungan ini membahas bagaimana Tuhan sudah menyatakan sebelumnya kepada para muridNya, bagaimana situasi yaang amat sulit akan terjadi pada mereka.

Pemberitahuan Yesus Terhadap Para Rasul

"Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” 

Kalau Tuhan Maha Baik, mengapa situasi yang sulit ini harus terjadi? Bahkan para murid sudah diberitahu oleh Tuhan Yesus,  bahwa mereka akan dikucilkan; bahwa akan datang saatnya setiap orang yang membunuh para rasul akan menyangka bahwa mereka berbuat bakti bagi Allah. 

Betapa situasi menjadi terbolak balik, dan itu  dihadapi oleh para rasul di tengah mereka mengemban tugas yang diamanatkan oleh Yesus:"Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 

Murid-murid dalam Ketidakpastian

Apakah para murid menjadi galau atas segala yang diucapkan Yesus? Saya membayangkan situasi mereka, mungkin mereka jadi bingung atas segala perkataan Yesus ini. Mereka bertanya satu sama lain, apa sebenarnya maksud Guru. 

Dan detik-detik perpisahan dengan Yesus sudah semakin dekat. Yesus mulai berbicara bahwa Ia harus kembali kepada Bapa. Yesus sering sekali berbicara tentang hal-hal yang berat. 

Mereka mulai dihinggapi kecemasan dalam ketidakpastian, apa yang akan terjadi pada mereka bila Yesus sudah tidak bersama mereka? Dalam ketidakpastian mereka bertanya-tanya, apa sebenarnya maksud Sang Guru.
"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku". Sebenarnya apa maksudMu, Tuhan?

Sebelum berpisah Yesus hanya menjanjikan satu hal yaitu ,"Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Dalam ketidakpastian, para murid tidak jadi kecewa dan tidak menolak Yesus. Mereka tetap tinggal bersama Yesus.


Kita juga menghadapi Ketidakpastian

Kita juga sering sekali mengalami ketidakpastian. Kita bertanya-tanya saat kita mengalami kesulitan hidup. Seakan-akan Tuhan meninggalkan kita. Memikul beban hidup, mengalami penderitaan, terkena sakit, tertimpa musibah, membuat kita mulai menyangsikan Tuhan dan bertanya,"Mengapa ini terjadi pada saya? Apa maksudMu, Tuhan?"

Perkataan Tuhan Yesus kepada para muridnya  juga ditujukan kepada kita sebagai pengikutnya,"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku".

Apakah kita juga bersikap seperti para murid, tidak kecewa dan tidak menolak Yesus? Tetap tinggal bersama Yesus walau dalam ketidakpastian?

Kesimpulan: Percaya pada Janji Tuhan

Para murid percaya pada Roh Penghibur yang dijanjikan Tuhan, walau mereka tidak tahu kapan Roh itu  akan datang.

Mereka percaya pada Tuhan, walau dalam kesulitan dan ketidakpastian. Apakah kita juga mampu bersikap seperti para murid tersebut? Percaya pada jTuhan walau dalam ketidakpastian? Tetap tinggal bersama Yesus? Percaya akan datangnya Roh Penghibur seperti yang dijanjikan Tuhan?

Para murid menjadi pedoman bagaimana semestinya kita bersikap di hadapan Tuhan. Hari demi hari dari bacaan harian kita akan tahu bagaimana hasil dari para murid yang tetap setia dan percaya pada Tuhan Yesus.


Senin, 04 Mei 2026

Kekuatan Iman: Bagaimana Keyakinan Menciptakan Keajaiban dalam Kehidupan

Renungan harian, 03 Mei 2026

Kekuatan Iman: Bagaimana Keyakinan Menciptakan Keajaiban dalam Kehidupan 

sumber : https://menarasumba.com

Pendahuluan

Iman sering dipandang sebagai sesuatu yang abstrak, namun iman sebenarnya memainkan peran yang sangat kuat dalam membentuk kehidupan sehari-hari. Tindakan sederhana berupa keyakinan dapat memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. Renungan ini membahas bagaimana iman dan kepercayaan kepada Tuhan dapat membawa perubahan yang berarti, bahkan apa yang oleh banyak orang disebut sebagai “keajaiban.”

Iman sebagai Awal Mula Keajaiban

“Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” (Yohanes 14:12)

Apakah Anda percaya bahwa setiap mukjizat dimulai dengan iman? Bila Anda benar-benar percaya, maka mukjizat terjadi  Keyakinan sering kali mendahului kenyataan. Iman adalah kemampuan untuk mempercayai sesuatu meskipun hal itu belum terlihat. Ketika kita benar-benar percaya, kita mulai bertindak secara berbeda—kita membawa harapan, keyakinan, dan rasa damai.

Hidup Seolah-olah Berkat Sudah Ada

Iman memungkinkan kita merasakan sukacita bahkan sebelum doa-doa kita dijawab.

Iman membuat kita dapat tersenyum seolah-olah mimpi-mimpi kita sudah terwujud.

Iman mendorong kita memberi dengan murah hati seolah-olah kelimpahan sudah mengalir ke dalam hidup kita.

Pola pikir ini sering disebut  sebagai “manifestasi” atau “sugesti positif.” Namun, pada intinya, iman  lebih dalam dari itu.

Iman yang Berakar pada Kepercayaan kepada Tuhan

Iman sejati bukanlah sekadar berpikir positif. Iman adalah kepercayaan yang mendalam kepada Tuhan—keyakinan bahwa Dia hadir, bekerja, dan membimbing hidup kita.

Ketika kita menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan, perspektif kita berubah. Kita tidak lagi dikendalikan oleh ketakutan atau ketidakpastian, melainkan diperkuat oleh harapan dan keyakinan.

Kesimpulan: Makna Sejati dari Beriman

Iman lebih dari sekadar kata-kata—ia adalah cara hidup. Iman adalah memilih untuk percaya sebelum melihat, bersukacita sebelum menerima, dan mempercayai bahkan di tengah ketidakpastian.

Pada akhirnya, iman bukan hanya tentang mengharapkan mukjizat, tetapi tentang membangun hubungan yang lebih dalam dengan Allah, di mana kepercayaan menjadi dasar dari segala yang kita lakukan.


Minggu, 03 Mei 2026

The Power of Faith: How Believing Creates Miraclesin Daily Life

 Daily Reflection, May 03,2026

The Power of Faith: How Believing Creates Miracles in 


Daily Life


Introduction

Faith is often seen as something abstract, yet it plays a powerful role in shaping our daily lives. A simple act of believing can influence how we think, feel, and act. This reflection explores how faith and trust in God can lead to meaningful change and even what many would call “miracles.”

Faith as the Beginning of Miracles

“Whoever believes in Me will do the works I have been doing, and they will do even greater things than these.” (John 14:12)

Do you believe that every miracle begins with faith?

Belief often comes before reality. It is the ability to trust in something even when it is not yet visible. When we truly believe, we begin to act differently—we carry hope, confidence, and a sense of peace.

Living as If Blessings Already Exist

Faith allows us to feel joy even before our prayers are answered.

We can smile as if our dreams have already come true.

We can give generously as if abundance is already flowing into our lives.

This mindset is sometimes described today as “manifestation” or “positive suggestion.” However, at its core, it is something deeper than that.\

Faith Rooted in Trust in God

True faith is not merely positive thinking. It is a deep trust in God—the belief that He is present, working, and guiding our lives.

When we place our trust fully in God, our perspective shifts. We are no longer controlled by fear or uncertainty, but strengthened by hope and conviction.

Conclusion: The True Meaning of Believing

Faith is more than words—it is a way of living.

It is choosing to believe before seeing, to rejoice before receiving, and to trust even in uncertainty.

In the end, faith is not just about expecting miracles, but about building a deeper relationship with God, where trust becomes the foundation of everything we do.

Kamis, 09 April 2026

 Bacaan dari Kisah Para Rasul (4:1-12)

    
"Keselamatan hanya ada di dalam Yesus."
        
Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba-tiba mereka didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka ini sangat marah, karena Petrus dan Yohanes mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Maka mereka ditangkap, lalu diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan para ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus, "Hai pemimpin-pemimpin umat dan kaum tua-tua, jika sekarang kami harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit, dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa semua itu kami lakukan dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi dibangkitkan Allah dari antara orang mati; karena Yesus itulah orang ini sekarang berdiri dengan sehat di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. 
Atau Alleluya
Atau Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia
Ayat. (Mzm 118:1-2.4.22-24.25-27a; Ul: lih. 1)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!" Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya!"
2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi pada pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya!
3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 118:24)
Inilah hari yang dijadikan Tuhan. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (21:1-14)
    
"Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada para murid; demikian juga ikan."
      
Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut: Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya, "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka, "Tidak ada!" Maka kata Yesus kepada mereka, "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, "Itu Tuhan!" Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika tiba di darat, mereka melihat ada api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguh pun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, "Marilah dan sarapanlah!" Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, "Siapakah Engkau," sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Verbum Domini 
(Demikianlah Sabda Tuhan)

Senin, 30 Maret 2026

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya,

sumber : https://keuskupanbogor.org

Bacaan dari Kitab Yesaya (42:1-7) 

    
"Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan."
   
Beginilah firman Tuhan, “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya, atau memperdengarkan suaranya di jalan. 

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.” 

Beginilah firman Allah, Tuhan, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang menghuninya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya, “Aku, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan. Aku telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan membuat engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.”

Mazmur Tanggapan
Tuhan adalah terang dan keselamatanku.
Ayat. (Mzm 27:1.2.3.13-14; R:1a)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Ketika penjahat-penjahat menyerang untuk memangsa aku, maka lawan dan musuh itu sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3. Sekali pun tentara berkemah mengepung aku, tidak takutlah hatiku; sekali pun pecah perang melawan aku, dalam hal ini pun aku tetap percaya.
4. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Salam, ya Raja kami. Hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes (12:1-11)
       
"Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku."
   
Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang Ia bangkitkan dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia. Marta melayani, dan salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. 

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak itu semerbak memenuhi seluruh rumah. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar, dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. 

Maka kata Yesus, “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” 

Banyak orang Yahudi mendengar bahwa Yesus ada di Betania. Maka mereka datang, bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dialah banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan :

Buluh patah terkulai tidak dipatahkan. Sumbu yang hampir pudar tidak dipadamkan. Demikianlah gambaran hidup manusia yang rapuh di hadapan Allah justru dirawat, dijaga, dilindungi dan dikuatkannya.

Sementara manusia sibuk mencari kelemahan dan kekurangan hidup orang lain, Allah sibuk memperbaiki hidup manusia untuk menjadi lebih baik.

sumber : https://keuskupanbogor.org

Sabtu, 28 Maret 2026

"Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa”

sumber : www.youtube.com

Bacaan dari Kitab Yehezkiel (37:21-28)


"Aku akan menjadikan mereka satu bangsa."

 
Beginilah firman Tuhan Allah, “Sungguh, Aku akan menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu orang raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala, atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan, atau dengan semua pelanggaran mereka. 

Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa. Aku akan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal; sungguh, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya, dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 

Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan melipat gandakan mereka, dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka; Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan

Kidung Tanggapan
Tuhan Allah menjaga kita seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
Ayat. (Yeremia 31:10.11-1abc.13)
1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya.
2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil
Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yeh 18:31)
Buanglah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, dan perbaharuilah hati serta rohmu.  
    
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (11:45-56)
 
"Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai."
 
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus percaya kepada-Nya. 

Tetapi ada juga yang pergi kepada orang-orang Farisi, dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu. Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul. 

Mereka berkata, “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat. Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya, lalu orang-orang Roma akan datang, dan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” 

Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka, “Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” 

Hal ini dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri. Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa; bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai. Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. 

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di tengah orang-orang Yahudi. Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim. Di situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya. 

Waktu itu hari raya Paskah orang Yaudi sudah dekat, dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu. Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:
Kematian yang sudah dinubuatkan, bagaimana Anda menanggapi hal ini? Bergembirakah ANda bila mengetahui saat kematian Anda, dan juga bagaimana cara Anda akan meninggal sudah digambarkan kepada Anda? Gembira atau sedih menanggapi hal ini?

Kematian Yesus sudah dinubuatkan. Berdasarkan Kitab Taurat, Kayafas berkata,Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insyaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” 

Yesus sebagai Anak Allah, sudah mengetahui penderitaan yang akan Ia alami. Dan bagaimana sikap Yesus menanggapi rencana Allah ini? Yesus taat dan melaksanakan perintah Allah, walau berat sekali penderitaan yang akan dialami.

Jadi bila sekarang kita berada dalam situasi yang tidak menyenangkan; sakit, mengalami krisis keuangan, krisis dalam rumah tangga, krisis dalam hubungan pribadi maupun sosial, krisis dalam pekerjaan, bahkan bagi sebagian saudara kita; mereka sedang dalam penderitaan massal karena peperangan.

Belajar dari Yesus, hal-hal yang harus kita lakukan adalah:
  1. Menerima segala penderitaan ini
  2. Tidak marah atas situasi, lalu menyalahkan orang lain; sebaliknya justru memohonkan ampun Bapa atas orang-orang yang sudah membawa kita pada krisis; mungkin mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. "Ya, Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat".
  3. Menjalani segala penderitaan dengan sabar, tulus, dan ikhlas. Belajar dari Yesus yang mengalami penderitaan luar biasa dalam jalan salibNya.
  4. Percaya pada Tuhan Allah. Dibalik penderitaan ini, Tuhan mempunyai rencana indah pada kita. 
Maka, mari kita tidak mengeluh dan marah ataupun menyaalahkan orang lain. Mari menjalani dengan sabar dan ikhlas, dan tetap percaya pada Tuhan, sambil selalu memohon petuunjuk dan tuntunanNya.