Jumat, 24 Juli 2026

Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."

generated by AI

Bacaan dari Kitab Yeremia (3:14-17)

 
"Segala bangsa akan berkumpul ke Yerusalem."

Tuhan bersabda, “Bertobatlah, hai anak-anak yang murtad, sebab Akulah tuanmu! Aku akan mengambil kalian, seorang dari setiap kota, dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kalian ke Sion. Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku. Mereka akan menggembalakan kalian dengan pengetahuan dan pengertian.

Apabila pada masa itu kalian bertambah banyak dan beranak cucu di negeri ini,” demikianlah sabda Tuhan, “maka orang tidak lagi akan berbicara tentang tabut perjanjian Tuhan. Itu tidak lagi akan timbul dalam hati dan tidak lagi diingat orang. Orang tidak lagi akan mencarinya atau membuatnya kembali.

Pada waktu itu Yerusalem akan disebut takhta Tuhan, dan segala bangsa akan berkumpul ke sana, demi nama Tuhan di Yerusalem, dan mereka tidak lagi akan bertingkah menuruti kedegilan hatinya yang jahat.”

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan akan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.
Ayat. (Yer 31:10.11–12ab.13; R: 10d)

1. Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan menghimpunnya kembali, dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanan dombanya!
2. Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat daripadanya. Mereka akan datang bersorak-sorai di atas Bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.
3. Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 8:15) 
Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan tulus ikhlas, dan menghasilkan buah dalam ketekunan. 
    
Inilah Injil Suci menurut Matius (13:18-23)

"Orang yang mendengarkan sabda dan mengerti, menghasilkan buah."

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. 

Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. 

Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. 

Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. 

Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh ganda."

(Demikianlah Sabda Tuhan)

Renungan :

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. 

1. Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan.

Mendengar, tapi tidak memahami. Tanpa kita sadari kita sering berada dalam keadaan seperti itu. Maka Sabda Tuhan menjadi tidak ada artinya. Sebagai satu langkah maju, kita bisa bertanya kepada orang yang lebih tahu, mendengarkan penjelasan di youtube, atau media sosial lain. Banyak sumber yang bisa membuka sedikit demi sedikit pengertian kita.

2. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad.

Mendengar Sabda Allah, dan spontan mengalami kegembiraan saat mendengarnya. Tapi itu hanya sesaat, karena  Firman Tuhan belum merasuk ke dalam hati. Maka ketika kita dianiaya atau dicobai karena iman, kita mudah goyah dan mudah menyerah.

3. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah.

Mendengar Sabda Allah dan sudah mulai  merasuk ke dalam hati. Namun logika dan perasaan kita masih menguasai. Maka ketika dalam beban dan kesulitan hidup, kita begitu cemas, kuatir, dan takut. Kita bertanya-tanya, apakah Tuhan benar-benar ada, kalau Dia ada, mengapa kita dibiarkanNya menderita; lalu kita mulai tidak percaya. Sebaliknya yang hidup dalam nikmat duniawi yang begitu menggoda. Keindahan dunia yang melenakan, nafsu ragawi yang mampu terpenuhi, membuat lupa bahwa itu adalah karunia Allah dan bersifat sementara. Maka ia hanya hidup untuk dirinya sendiri saja, tidak menjadi berkah bagi orang lain

4. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh ganda."

Mendengar Sabda Allah dan sudah  merasuk ke dalam hati. Membentuk pondasi iman yang kuat. Ketika dalam kesulitan hidup, ia tetap percaya Tuhan menyertainya. Iman yang kuat mengalahkan kecemasan dan kekuatiran. Ia senantiasa berdoa agar diberi Roh Kudus yang akan menuntunnya melewati kesulitan demi kesulitan. Dirinya tetap memancarkan iman dan pengharapan yang besar pada Tuhan. Ia tetap berusaha menghidupi Sabda Allah. Ia berusaha mengasih, murah hati dalam keterbatasannya, ia memberikan waktu dan tenaga, ia menjadi pendengar bagi orang yang sedang berkeluh kesah, ia menjadi pendoa bagi orang yang membutuhkan doa-doanya, Ia berusaha melakukan sepenuh hati akan segala tugas dan tanggungjawabnya. Ia rendah hati dan tetap diam ketika dihina. Ia berusaha mengampuni dan berdamai dengan diri. Ia menjadi inspirasi orang lain dalam kesederhanaan dan kepasrahan. Ia berbuah sepuluh kali lipat, tigapuluh kali lipat, enampuluh kali lipat, seratus kali lipat.

 Yang hidup dalam kelimpahan dan kemegahan dunia pun tidak menjadi terlena. Ia percaya bahwa semua itu adalah karunia Allah dan bersifat sementara. Maka ia yang diberi banyak oleh Allah, semakin berbuat banyak juga kepada orang lain. Hidupnya menjadi berkah bagi orang-orang yang ia tolong atau ia selamatkan. Ia berbuah enampuluh kali lipat, seratus kali lipat.

 

Minggu, 05 Juli 2026

"Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat"

source : https://www.slideshare.net


Bacaan dari Kitab Zakharia (9:9-10)      

    
"Lihat! rajamu datang kepadamu."
     
Beginilah firman Tuhan, “Bersorak-sorailah dengan nyaring, hai Putri Sion, bersorak-sorailah, hai Putri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya! Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 

Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim; Ia akan memusnahkan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan ia lenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
    
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Allah, Rajaku, selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 145:1-2.8-9.10-11; Ul: 1)
1. Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku. Aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.
2. Tuhan itu pengasih dan penyayang panjang sabar dan besar kasih setianya. Tuhan itu baik kepada semua orang penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
3. Segala yang Kaujadikan aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan dan orang-orang yang Kau kasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (8:9.11-13)
    
"Jika oleh Roh, kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup."
             
Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal dalam dirimu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukanlah milik Kristus. 

Dan jika Roh Allah, yang membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, diam di dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu. 

Jadi, saudara-saudara, kita ini orang berhutang, tetapi bukan kepada daging supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati. Tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Mat 11:25)
Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

 
Inilah Injil Suci menurut Matius (11:25-30)
    
"Aku lemah lembut dan rendah hati."
      
Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya. 

Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

sumber : renunganpagi.id

Selasa, 30 Juni 2026

“Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”

 

sumber parentandchildbiblereading.com


Bacaan dari Nubuat Amos (3:1-8; 4:11-12)

  
"Nabi sebagai penyambung lidah Allah."
 
Hai orang Israel, dengarkanlah sabda Tuhan tentang dirimu ini, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun ke luar dari tanah Mesir. Beginilah sabda-Nya, “Hanya kalian yang Kupilih dari segala kaum di muka bumi. Sebab itu Aku akan menghukum kalian karena kesalahanmu. Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji? Mengaumkah seekor singa di hutan apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa? Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat di sana? Membingkaskah perangkap, jika tidak ada yang ditangkap? 

Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan bukan Tuhan yang melakukannya. Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan Allah telah bersabda, siapakah yang tidak bernubuat? 

Aku telah menjungkirbalikkan kota-kotamu seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kalian menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran. Namun kalian tidak berbalik kepada-Ku. Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiap-siaplah untuk bertemu dengan Allah, hai Israel.”

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu.
Ayat. (Mzm 5:5-6.7.8)

1. Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.
2. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.
3. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (
Mzm 130:5) 
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku mengharapkan sabda-Nya. 
      
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:23-27) 
  
 "Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali."
 
Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu, dan murid-murid-Nya mengikuti Dia. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu ditimbus gelombang. Tetapi Yesus tidur. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” 

Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

(Demikianlah Sabda Tuhan)

sumber : renunganpagi.id

Renungan:
Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Hari ini kita melihat besar kuasa Yesus Kristus! Angin ribut yang mengamuk di danau dihardikNya, dan seketika tenanglah danau itu. Perkataan Yesus menohok para murid,“Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”

Perkataan itu juga ditujukan bagi kita yang kadang kurang percaya, terlebih ketika gelombang badai kehidupan menerpa kita. Apakah pada saat itu kita tetap percaya penuh pada Tuhan, atau hati kita goyah seperti pada murid? Bagaimana semestinya sikap kita bila kita ingin selamat?

Jesus Calms the Storm

 Matthew 8:23-27

source :parentandchildbiblereading.com

Jesus Calms the Storm

23 Then he got into the boat and his disciples followed him. 24 Suddenly a furious storm came up on the lake, so that the waves swept over the boat. But Jesus was sleeping. 25 The disciples went and woke him, saying, “Lord, save us! We’re going to drown!”

26 He replied, “You of little faith, why are you so afraid?” Then he got up and rebuked the winds and the waves, and it was completely calm.

27 The men were amazed and asked, “What kind of man is this? Even the winds and the waves obey him!”

Reflection :

Today we witness the greatness of Jesus Christ's power! He rebuked the raging wind and the stormy sea, and immediately the waters became completely calm. Jesus' words struck His disciples deeply: "Why are you afraid, you of little faith?"

These words are also meant for us, because there are times when our faith wavers, especially when the storms of life come crashing upon us. At those moments, do we continue to trust fully in the Lord, or do our hearts become shaken like the disciples'? If we truly desire to be saved, what should our response be?

Jumat, 26 Juni 2026

“Lord, if you are willing, you can make me clean”

 Matthew 8:1-4

source : https://www.vxvchurch.com/matthew-8-1-4
Jesus Heals a Man With Leprosy

8 When Jesus came down from the mountainside, large crowds followed him. 2 A man with leprosy[a] came and knelt before him and said, “Lord, if you are willing, you can make me clean.”

3 Jesus reached out his hand and touched the man. “I am willing,” he said. “Be clean!” Immediately he was cleansed of his leprosy. 4 Then Jesus said to him, “See that you don’t tell anyone. But go, show yourself to the priest and offer the gift Moses commanded, as a testimony to them.”

REFLECTION:

"Lord, if You are willing, You can make me clean."
Jesus reached out His hand, touched the man, and said, "I am willing. Be clean!" Immediately, the man was cleansed of his leprosy.

Here we witness an intimate, warm, and personal conversation. It begins with a humble request from a man who is suffering leprosy. He does not demand anything. He knows who is standing before him. The One he is speaking to can do all things—even what is impossible for human beings. He trusts Him completely, so he simply says, "Lord, if You are willing, You can make me clean."

And the Lord, to whom this gentle and humble request is addressed, is pleased with it. He responds with warmth and compassion: "I am willing. Be clean!" At once, the man is cleansed of his leprosy. There is no need for surgery, medical treatment, or any process of healing. The leper is instantly made whole. His faith has brought him healing because he has come before the right Person—Jesus, the Son of God, the Almighty.

Are we also worthy to speak before the Lord Jesus? Are the words we speak to Him the right ones? Is Jesus pleased with our prayers, or are they still not pleasing to Him?

Holy Spirit, teach us to place the right words upon our lips, so that our prayers may be pleasing in His sight. Amen.

Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."

 



Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja (25:1-12)


"Rakyat Yehuda diangkut ke pembuangan."

Pada tahun kesembilan dari pemerintahan Raja Zedekia, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Ia berkemah mengepungnya dan mendirikan tembok pengepungan sekelilingnya. Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas zaman raja Zedekia. 

Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu, maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan. 

Tetapi tentara Kasdim mengejar raja dari belakang dan mencapai dia di dataran Yerikho; segala tentaranya telah berserak-serak meninggalkan dia. Mereka menangkap raja dan membawa dia kepada raja Babel di Ribla, yang menjatuhkan hukuman atas dia. Orang menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dia dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel. 

Dalam bulan yang kelima pada tanggal tujuh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas zaman raja Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem. Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api. Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu. 

Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Hanya beberapa orang miskin dari negeri itu ditinggalkan oleh kepala pasukan pengawal itu untuk menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang.

Mazmur Tanggapan 
Ref. Biarlah lidahku terdiam, jika aku sampai melupakanmu!
Ayat. (Mzm 137:1-2.3.4-5.6; Ul: Mzm 137: 6ab)
1. Di tepi sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita gantungkan kecapi kita.
2. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
3. Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
4. Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat.
(Mat 8:17)

Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.  
 
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:1-4)

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."

Setelah Yesus turun dari bukit, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah kepada-Nya seorang yang sakit kusta. Ia sujud menyembah Yesus dan berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." 

Yesus lalu mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. 

Lalu Yesus berkata kepadanya, "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

Renungan :

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." 
Yesus lalu mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. 

Di sini ada pembicaraan yang intim, hangat dan dekat. Sebuah permintaan yang tidak memaksa dari seorang penderita. Ia tahu siapa yang di hadapannya. Dia yang sedang ia ajak bicara ini bisa melakukan apa saja, bahkan yang mustahil bagi manusia. Maka ia hanya berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." 

Dan Tuan yang diajak bicara ini berkenan dengan permintaan yang tidak memaksa tersebut. Ia membalasnya dengan hangat. "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. Tanpa perlu ada persiapan operasi atau langkah-langkah pengobatan. Penderita kusta itu langsung sembuh begitu saja. Kepercayaannya telah menyembuhkannya, karena ia berhadapan dengan orang yang tepat, Dia Putera Allah Sang Maha.

Apakah kita juga dianggap pantas berbicara di hadapan Tuhan Yesus? Atau sudah benarkah kata-kata yang kita ucapkan kepada Yesus? Apakah Yesus berkenan dengan permintaan kita atau belum berkenan?

Roh Kudus, ajarilah kami meletakkan kata-kata yang tepat di mulut kami, sehingga permohonan kami berkenan di hadapanNya. Amin



Kamis, 25 Juni 2026

The Wise and Foolish Builders

 Matthew 7:21-29

source : https://ar.inspiredpencil.com

True and False Disciples

21 “Not everyone who says to me, ‘Lord, Lord,’ will enter the kingdom of heaven, but only the one who does the will of my Father who is in heaven. 22 Many will say to me on that day, ‘Lord, Lord, did we not prophesy in your name and in your name drive out demons and in your name perform many miracles?’ 23 Then I will tell them plainly, ‘I never knew you. Away from me, you evildoers!’

The Wise and Foolish Builders

24 “Therefore everyone who hears these words of mine and puts them into practice is like a wise man who built his house on the rock. 25 The rain came down, the streams rose, and the winds blew and beat against that house; yet it did not fall, because it had its foundation on the rock. 26 But everyone who hears these words of mine and does not put them into practice is like a foolish man who built his house on sand. 27 The rain came down, the streams rose, and the winds blew and beat against that house, and it fell with a great crash.”

28 When Jesus had finished saying these things, the crowds were amazed at his teaching, 29 because he taught as one who had authority, and not as their teachers of the law.


Reflection:

Therefore everyone who hears these words of mine and puts them into practice is like a wise man who built his house on the rock.  The rain came down, the streams rose, and the winds blew and beat against that house; yet it did not fall, because it had its foundation on the rock.

To have a firm, strong, and resilient faith—this is not necessarily possessed by those who shout loudly in the name of God. Rather, it belongs to those who, in quietness and humility, persevere and faithfully carry out God's commands. They do not seek attention or fanfare; they embrace struggle, diligence, endurance, and a spirit that refuses to give up.

 Have we already possessed such faith?