Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

LIMA GADIS BODOH DAN LIMA GADIS BIJAKSANA

Jumat, 30 Agustus 2019 Bacaan Pertama 1Tes 4:1-8 Saudara-saudara, demi Tuhan Yesus kami minta dan menasihati kalian: Kalian telah mendengar dari kami, bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang sudah kalian turuti! Tetapi baiklah kalian melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kalian tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. Yang dikehendaki Allah adalah supaya kamu semua kudus. Ia menghendaki agar kalian menjauhi percabulan. Hendaknya kamu masing-masing hidup dengan isterinya sendiri, dalam kekudusan dan kehormatan, bukan dalam keinginan hawa nafsu, seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dalam hal-hal ini jangan ada orang memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Sebab Tuhan akan membalas semuanya itu, sebagaimana dahulu telah kami katakan dan kami tegaskan kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan untuk melakukan apa yang kudus....

KISAH YOHANES PEMBAPTIS

Bacaan PertamaYer 1:17-19 Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepadaku, Yeremia, "Baiklah engkau bersiap! Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umat-Ku segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imam dan rakyat negeri lain. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan." Demikianlah sabda Tuhan. MazmurMzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17 Penuhilah kami dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan, supaya kami bersukacita. *Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selama...

Peringatan Santo Agustinus

Peringatan Santo-Santa 28 Agustus Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja Agustinus adalah Bapa Gereja purba yang terkenal. Ia lahir di Tagaste (sekarang: Soukh-Ahras), Afrika Utara pada tanggal 13 November 354. Ibunya, Monika, seorang yang beriman Kristen dari sebuah keluarga yang taat agama; sedangkan ayahnya Patrisius, seorang tuan tanah dan sesepuh kota yang masih kafir. Berkat semangat doa Monika yang tak kunjung padam, Patrisius bertobat dan dipermandikan menjelang saat kematiannya. Kekafiran Patrisius sungguh berpengaruh besar pada diri anaknya Agustinus. Karena itu Agustinus belum juga dipermandikan menjadi Kristen meskipun ia sudah besar. Usaha ibunya untuk menanamkan benih iman Kristen padanya seolah-olah tidak berdaya mematahkan pengaruh kekafiran ayahnya. Semenjak kecil Agustinus sudah menampilkan kecerdasan yang tinggi. Karena itu ayahnya mencita-citakan agar ia menjadi seorang yang terkenal. Ia masuk sekolah dasar di Tagaste. Karena kecerdasannya, ia kemudian d...

JANGAN MUNAFIK

Devosi Harian Rabu, 28-08-2019 Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2:9-13) Saudara-saudara, kalian tentu masih ingat akan usaha dan jerih payah kami. Sebab kami bekerja siang malam, agar jangan menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. Di samping itu kami pun memberitakan Injil Allah kepada kalian. Kalianlah saksinya, demikian pula Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kalian yang telah menjadi percaya. Kalian tahu, betapa kami telah mengasihi kalian dan menguatkan hatimu masing-masing, seperti seorang bapa terhadap anak-anaknya; dan betapa kami telah meminta dengan sangat agar kalian hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kalian ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Karena itulah kami tak putus-putusnya mengucap syukur kepada Allah, sebab kalian telah menerima sabda Allah yang kami beritakan itu. Pemberitaan kami itu telah kalian terima bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai sabda Allah, seb...

JEJAK PEZIARAH,

JEJAK PEZIARAH Senja sudah hampir menuju batasnya Gelap dan kelam mulai menjulurkan hitamnya. Sedang matahari terbenam, berganti terang di wilayah sana. Di sini gelap, di sini sunyi, di sini gulita. Seorang peziarah, bersiap menghentikan perjalanan. Sebuah pengembaraan, entah sampai kapan. Tanpa ia jelas melihat sebuah tujuan, Yang ia tahu hanya berjalan dan terus berjalan. Pada gelap yang datang, ia menatap Hari ini, cerita apa yang bisa kusampaikan, tanyanya kepada cakrawala. Karena tertatih-tatih ia berjalan, selangkah demi selangkah. Tak ada yang istimewa, selain jarak beberapa depa. Pada tanah lembab, ia meletakkan badan. Dihirupnya aroma dingin malam, menebarkan kesunyian Terdengar suara burung hantu pertanda hari benar-benar malam. Gigi peziarah bergemeletuk, menahan dingin yang menusuk. Pada malam ia berpasrah, Hidupnya kini tinggal merunduk dan menyerah Pada Sang Khalik pemberi mukjizat, pada Sang Yang Widhi maha mengerti ...

Selasa, 27-08-2019

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2:1-8)           "Kami rela membagi dengan kalian, bukan hanya Injil Allah, melainkan hidup kami sendiri."      Saudara-saudara, kalian sendiri tahu, bahwa kedatangan kami di antara kalian tidaklah sia-sia. Memang sebelum datang kepadamu, kami telah dianiaya dan dihina di kota Filipi, seperti kalian tahu. Namun berkat pertolongan Allah kita, kami mendapat keberanian untuk mewartakan Injil Allah kepadamu dalam perjuangan yang berat. Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan, atau maksud tidak murni, atau disertai tipu daya. Sebaliknya Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita. Seperti kalian ketahui, kami tidak pernah bermulut manis, dan tidak pernah sembunyi-sembunyi mengejar keuntungan pribadi; Allahlah saksinya....

Mengampuni 70 x x7x

Devosi Harian Kamis 15-08-2019 Bacaan Harian: Yosua 3: 7-10a, 11, 13-17 Mazmur 114: 1-2,3-4,5-6 Injil Matius 18: 21- 19: 1 Pada suatu hari Tuhan berfirman kepada Yosua,”Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namaMu di mata seluruh orang Israel,supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau”. Lalu pada hari itu, Yosua dengan dibimbing Tuhan, menyeberangkan umat Israel melalui sungai Yordan masuk tanah terjanji. Satu yang saya catat, bila Tuhan sudah berkehendak, maka tiada yang mustahil bagiNya. Sudah tersusun rapi semua rencanaNya, manusia tiada bisa mengelak. Termasuk Yosua, abdi Musa, yang sudah direncanakan Tuhan untuk menyelamatkan umat Isrel. Maka mulai hari itu, Yosua menjadi besar di mata umat Israel. Lalu, apakah pada hari ini, Tuhan juga mempunyai rencana indah padaku? Pasti iya, hari ini dan seterusnya tangan Tuhanlah yang merenda hidupku. Tuhan, kami percayakan hidup kami ke dalam tanganMU. Da...

KEMATIAN MUSA

Rabu, 14-08-2019 Ulangan 34: 1-12 Mazmur 66: 1-3a, 5,9, 16-17 Injil Matius 18: 15-20 Kitab Ulangan hari ini, berbicara tentang kisah haru kematian Musa. Ketika Musa naik dari Dataran Moab ke atas Gunung Nebo, yakni di atas Puncak Pisga. Di situ Tuhan memperlihatkan kepada Musa seluruh Tanah terjanji yang sudah dijanjikan Tuhan bagi Umat Israel. Dari daerah Gilead sampai kota Dan, dari Lembah Yerikho, Lembah Yordan, dan seluruh tanah Yehuda. Tuhan memperkenankan Musa melihat seluruh negeri itu, tetapi Musa tidak diperkenankan menyeberang ke sana. Dan setelah itu Musa mati. Tuhan sendiri yang menguburkanNya di Tanah Moab, dan sampai hari ini tidak seorang pun yang tahu dimana kubur Musa. Musa, seorang nabi yang bisa berjumpa dan berhadapan muka dengan Tuhan, berbicara denganNya, dan dengan perintah Tuhan ia melakukan segala hal yang dahsyat dan besar. Setelah Musa, tiada lagi nabi yang bangkit dari antara orang Israel. Pagi yang sejuk ini, seperti ikut mengenang wafa...

TUHAN PENEBUS ISRAEL

DEVOSI HARIAN 12-08-2019 Pada hari ini, ketika ketiadaan paket data membuat aku tidak bisa membaca SabdaMu, maka aku membuka Kitab Suci hanya berdasarkan kemana jemari tangan akan membukanya. Dan inilah yang aku baca pada hari ini, sabda-sabda yang indah dan menggetarkan hatiku. TUHAN Penebus Israel Yesaya 44 : 21-28 Dari sabda itu, kuganti nama Yakub atau Israel menjadi namaku. Beberapa ayat kukutip, dan inilah yang membuat aku terharu. “Ingatlah semuanya ini, hai Bernadeta Wiwik Hesti Winarni, sebab engkaulah hambaKu, hai Bernadeta. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hambaKu. Hai Bernadeta, engkau tidak kulupakan. Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin, dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepadaKu, sebab Aku telah menebus engkau!” Aku tergetar ketika ia memanggil namaku, terlebih ketika Ia menyatakan segala dosaku telah diampuni. Ia mamanggilku untuk kembali kepadaNya. Sampai di sini saya te...