Runyam
Runyam “Runyam, runyam..” seruku. Aku tergopoh-gopoh berlari kepadaNya. “Ada apa lagi?” tanyaNya. Sesungging senyum terlihat di wajahNya melihat aku terlihat sewot seperti ini. “Saya sudah membuat rencana B, menyikapi suatu keadaan. Ternyata tiba-tiba kasak kusuk membuahkan suatu keputusan, dan semua rencana dan kesiapan mental yang sudah saya bangun pun buyar ” Ia memandangku. Hening. Kutatap wajahNya. Menunggu perkataanNya.Sorot mataNya memandang jauh ke depan. Mungkin Ia sudah tahu apa yang terjadi di belakang layar. “Bicaralah” kataku. Ia memandangku. Ada duka di mataNya. “Engkau mencintaiku? Dalam suka dan duka, dalam untung dan malang?”. Aku heran dengan pertanyaanNya. Tentu saja aku mencintaiNya dalam keadaan ap...