Minggu, 05 Juli 2026

"Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat"

source : https://www.slideshare.net


Bacaan dari Kitab Zakharia (9:9-10)      

    
"Lihat! rajamu datang kepadamu."
     
Beginilah firman Tuhan, “Bersorak-sorailah dengan nyaring, hai Putri Sion, bersorak-sorailah, hai Putri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya! Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 

Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim; Ia akan memusnahkan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan ia lenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
    
Mazmur Tanggapan
Ref. Aku hendak memuji nama-Mu, ya Allah, Rajaku, selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 145:1-2.8-9.10-11; Ul: 1)
1. Aku hendak mengagungkan Dikau, ya Allah, ya Rajaku. Aku hendak memuji nama-Mu untuk selama-lamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya.
2. Tuhan itu pengasih dan penyayang panjang sabar dan besar kasih setianya. Tuhan itu baik kepada semua orang penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
3. Segala yang Kaujadikan aku bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan dan orang-orang yang Kau kasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (8:9.11-13)
    
"Jika oleh Roh, kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup."
             
Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, kalau Roh Allah memang tinggal dalam dirimu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukanlah milik Kristus. 

Dan jika Roh Allah, yang membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, diam di dalam dirimu, maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu. 

Jadi, saudara-saudara, kita ini orang berhutang, tetapi bukan kepada daging supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati. Tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kamu akan hidup.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (Mat 11:25)
Aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

 
Inilah Injil Suci menurut Matius (11:25-30)
    
"Aku lemah lembut dan rendah hati."
      
Sekali peristiwa berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya. 

Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

sumber : renunganpagi.id

Selasa, 30 Juni 2026

“Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”

 

sumber parentandchildbiblereading.com


Bacaan dari Nubuat Amos (3:1-8; 4:11-12)

  
"Nabi sebagai penyambung lidah Allah."
 
Hai orang Israel, dengarkanlah sabda Tuhan tentang dirimu ini, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun ke luar dari tanah Mesir. Beginilah sabda-Nya, “Hanya kalian yang Kupilih dari segala kaum di muka bumi. Sebab itu Aku akan menghukum kalian karena kesalahanmu. Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji? Mengaumkah seekor singa di hutan apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa? Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat di sana? Membingkaskah perangkap, jika tidak ada yang ditangkap? 

Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan bukan Tuhan yang melakukannya. Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan Allah telah bersabda, siapakah yang tidak bernubuat? 

Aku telah menjungkirbalikkan kota-kotamu seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kalian menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran. Namun kalian tidak berbalik kepada-Ku. Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiap-siaplah untuk bertemu dengan Allah, hai Israel.”

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu.
Ayat. (Mzm 5:5-6.7.8)

1. Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.
2. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.
3. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (
Mzm 130:5) 
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku mengharapkan sabda-Nya. 
      
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:23-27) 
  
 "Yesus bangun, menghardik angin dan danau, maka danau menjadi teduh sekali."
 
Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu, dan murid-murid-Nya mengikuti Dia. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu ditimbus gelombang. Tetapi Yesus tidur. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” 

Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

(Demikianlah Sabda Tuhan)

sumber : renunganpagi.id

Renungan:
Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau. Maka danau menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya, “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Hari ini kita melihat besar kuasa Yesus Kristus! Angin ribut yang mengamuk di danau dihardikNya, dan seketika tenanglah danau itu. Perkataan Yesus menohok para murid,“Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!”

Perkataan itu juga ditujukan bagi kita yang kadang kurang percaya, terlebih ketika gelombang badai kehidupan menerpa kita. Apakah pada saat itu kita tetap percaya penuh pada Tuhan, atau hati kita goyah seperti pada murid? Bagaimana semestinya sikap kita bila kita ingin selamat?

Jesus Calms the Storm

 Matthew 8:23-27

source :parentandchildbiblereading.com

Jesus Calms the Storm

23 Then he got into the boat and his disciples followed him. 24 Suddenly a furious storm came up on the lake, so that the waves swept over the boat. But Jesus was sleeping. 25 The disciples went and woke him, saying, “Lord, save us! We’re going to drown!”

26 He replied, “You of little faith, why are you so afraid?” Then he got up and rebuked the winds and the waves, and it was completely calm.

27 The men were amazed and asked, “What kind of man is this? Even the winds and the waves obey him!”

Reflection :

Today we witness the greatness of Jesus Christ's power! He rebuked the raging wind and the stormy sea, and immediately the waters became completely calm. Jesus' words struck His disciples deeply: "Why are you afraid, you of little faith?"

These words are also meant for us, because there are times when our faith wavers, especially when the storms of life come crashing upon us. At those moments, do we continue to trust fully in the Lord, or do our hearts become shaken like the disciples'? If we truly desire to be saved, what should our response be?

Jumat, 26 Juni 2026

“Lord, if you are willing, you can make me clean”

 Matthew 8:1-4

source : https://www.vxvchurch.com/matthew-8-1-4
Jesus Heals a Man With Leprosy

8 When Jesus came down from the mountainside, large crowds followed him. 2 A man with leprosy[a] came and knelt before him and said, “Lord, if you are willing, you can make me clean.”

3 Jesus reached out his hand and touched the man. “I am willing,” he said. “Be clean!” Immediately he was cleansed of his leprosy. 4 Then Jesus said to him, “See that you don’t tell anyone. But go, show yourself to the priest and offer the gift Moses commanded, as a testimony to them.”

REFLECTION:

"Lord, if You are willing, You can make me clean."
Jesus reached out His hand, touched the man, and said, "I am willing. Be clean!" Immediately, the man was cleansed of his leprosy.

Here we witness an intimate, warm, and personal conversation. It begins with a humble request from a man who is suffering leprosy. He does not demand anything. He knows who is standing before him. The One he is speaking to can do all things—even what is impossible for human beings. He trusts Him completely, so he simply says, "Lord, if You are willing, You can make me clean."

And the Lord, to whom this gentle and humble request is addressed, is pleased with it. He responds with warmth and compassion: "I am willing. Be clean!" At once, the man is cleansed of his leprosy. There is no need for surgery, medical treatment, or any process of healing. The leper is instantly made whole. His faith has brought him healing because he has come before the right Person—Jesus, the Son of God, the Almighty.

Are we also worthy to speak before the Lord Jesus? Are the words we speak to Him the right ones? Is Jesus pleased with our prayers, or are they still not pleasing to Him?

Holy Spirit, teach us to place the right words upon our lips, so that our prayers may be pleasing in His sight. Amen.

Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."

 



Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja (25:1-12)


"Rakyat Yehuda diangkut ke pembuangan."

Pada tahun kesembilan dari pemerintahan Raja Zedekia, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Ia berkemah mengepungnya dan mendirikan tembok pengepungan sekelilingnya. Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas zaman raja Zedekia. 

Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu, maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan. 

Tetapi tentara Kasdim mengejar raja dari belakang dan mencapai dia di dataran Yerikho; segala tentaranya telah berserak-serak meninggalkan dia. Mereka menangkap raja dan membawa dia kepada raja Babel di Ribla, yang menjatuhkan hukuman atas dia. Orang menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dia dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel. 

Dalam bulan yang kelima pada tanggal tujuh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas zaman raja Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem. Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api. Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu. 

Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Hanya beberapa orang miskin dari negeri itu ditinggalkan oleh kepala pasukan pengawal itu untuk menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang.

Mazmur Tanggapan 
Ref. Biarlah lidahku terdiam, jika aku sampai melupakanmu!
Ayat. (Mzm 137:1-2.3.4-5.6; Ul: Mzm 137: 6ab)
1. Di tepi sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita gantungkan kecapi kita.
2. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!"
3. Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
4. Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat.
(Mat 8:17)

Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.  
 
Inilah Injil Suci menurut Matius (8:1-4)

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku."

Setelah Yesus turun dari bukit, banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah kepada-Nya seorang yang sakit kusta. Ia sujud menyembah Yesus dan berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." 

Yesus lalu mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. 

Lalu Yesus berkata kepadanya, "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."

Renungan :

"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." 
Yesus lalu mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. 

Di sini ada pembicaraan yang intim, hangat dan dekat. Sebuah permintaan yang tidak memaksa dari seorang penderita. Ia tahu siapa yang di hadapannya. Dia yang sedang ia ajak bicara ini bisa melakukan apa saja, bahkan yang mustahil bagi manusia. Maka ia hanya berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku." 

Dan Tuan yang diajak bicara ini berkenan dengan permintaan yang tidak memaksa tersebut. Ia membalasnya dengan hangat. "Aku mau, jadilah engkau tahir!" Seketika itu juga tahirlah orang itu dari kustanya. Tanpa perlu ada persiapan operasi atau langkah-langkah pengobatan. Penderita kusta itu langsung sembuh begitu saja. Kepercayaannya telah menyembuhkannya, karena ia berhadapan dengan orang yang tepat, Dia Putera Allah Sang Maha.

Apakah kita juga dianggap pantas berbicara di hadapan Tuhan Yesus? Atau sudah benarkah kata-kata yang kita ucapkan kepada Yesus? Apakah Yesus berkenan dengan permintaan kita atau belum berkenan?

Roh Kudus, ajarilah kami meletakkan kata-kata yang tepat di mulut kami, sehingga permohonan kami berkenan di hadapanNya. Amin



Kamis, 25 Juni 2026

The Wise and Foolish Builders

 Matthew 7:21-29

source : https://ar.inspiredpencil.com

True and False Disciples

21 “Not everyone who says to me, ‘Lord, Lord,’ will enter the kingdom of heaven, but only the one who does the will of my Father who is in heaven. 22 Many will say to me on that day, ‘Lord, Lord, did we not prophesy in your name and in your name drive out demons and in your name perform many miracles?’ 23 Then I will tell them plainly, ‘I never knew you. Away from me, you evildoers!’

The Wise and Foolish Builders

24 “Therefore everyone who hears these words of mine and puts them into practice is like a wise man who built his house on the rock. 25 The rain came down, the streams rose, and the winds blew and beat against that house; yet it did not fall, because it had its foundation on the rock. 26 But everyone who hears these words of mine and does not put them into practice is like a foolish man who built his house on sand. 27 The rain came down, the streams rose, and the winds blew and beat against that house, and it fell with a great crash.”

28 When Jesus had finished saying these things, the crowds were amazed at his teaching, 29 because he taught as one who had authority, and not as their teachers of the law.


Reflection:

Therefore everyone who hears these words of mine and puts them into practice is like a wise man who built his house on the rock.  The rain came down, the streams rose, and the winds blew and beat against that house; yet it did not fall, because it had its foundation on the rock.

To have a firm, strong, and resilient faith—this is not necessarily possessed by those who shout loudly in the name of God. Rather, it belongs to those who, in quietness and humility, persevere and faithfully carry out God's commands. They do not seek attention or fanfare; they embrace struggle, diligence, endurance, and a spirit that refuses to give up.

 Have we already possessed such faith?

Rumah di atas wadas

 


Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja (24:8-17) 

 
"Raja Yoyakhin beserta semua para penguasa diangkut sebagai orang buangan ke Babel." 
   
“Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta, puteri Elnatan, dari Yerusalem. Yoyakhin melakukan yang jahat di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan ayahnya. 

Pada waktu itu majulah tentara Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem, dan kota itu terkepung. Nebukadnezar sendiri datang menyerang sementara orang-orangnya mengepung kota itu. Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel: ia sendiri, ibunya, perwira-perwiranya, para pembesar dan pegawai-pegawai istananya. 

Raja Babel menangkap Yoyakhin pada tahun yang kedelapan pemerintahannya. Seluruh isi rumah Tuhan dan isi istana raja dikeluarkannya; dikeratnya pula emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait Tuhan seperti yang telah disabdakan Tuhan. Seluruh penduduk Yerusalem diangkutnya ke pembuangan; semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa; sepuluh ribu tawanan; juga semua tukang dan pandai besi. Tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. 

Nebukadnezar mengangkut Yoyakhin ke pembuangan di Babel; juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya, dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya; sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. 

Kemudian raja Babel mengangkat paman Yoyakhin, yang bernama Matanya, menjadi raja menggantikan Yoyakhin, dan menukar namanya menjadi Zedekia.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Demi kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan, bebaskanlah kami.
Ayat. (Mzm 79:1-2.3-5.8.9)
1. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, dan membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu kepada burung-burung di udara untuk dimakan; daging orang-orang yang Kaukasihi mereka berikan kepada binatang-binatang liar di bumi.
2. Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan. Kami menjadi celaan tetangga, olok-olok dan cemoohan orang sekitar. Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau murka terus menerus? Berapa lama lagi cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
3. Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.
4. Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, ya Allah penyelamat! Lepaskanlah kami, dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya. Alleluya.
      
Inilah Injil Suci menurut Matius (7:21-29)
 
"Rumah yang didirikan di atas wadas dan rumah yang didirikan di atas pasir." 
 
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. 

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?’ 

Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Enyahlah dari pada-Ku, kalian semua pembuat kejahatan!’” 

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. 

Tetapi setiap orang yang mendengar prkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu, dan hebatlah kerusakannya.” 

Setelah Yesus mengakhiri perkataan-Nya ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat mereka.

(Demikianlah Sabda Tuhan).

Renungan:

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh, sebab didirikan di atas wadas. 

Ingin mempunyai iman yang kokoh kuat dan tahan banting; bukan orang yang berteriak-teriak atas nama Tuhan yang memilikinya. Namun orang yang dalam ketenangan, kesunyian, bertahan dan tekun melaksanakan perintah Tuhan. Ia tidak butuh gembar gembor, ia butuh perjuangan, keuletan dan pantang menyerah.

Sudahkah kita memilikinya?

Rabu, 24 Juni 2026

The Birth of John the Baptist


The Birth of John the Baptist

When it was time for Elizabeth to have her baby, she gave birth to a son. Her neighbors and relatives heard that the Lord had shown her great mercy, and they shared her joy. On the eighth day they came to circumcise the child, and they were going to name him after his father Zechariah, but his mother spoke up and said, “No! He is to be called John.”

They said to her, “There is no one among your relatives who has that name.”

Then they made signs to his father, to find out what he would like to name the child. He asked for a writing tablet, and to everyone’s astonishment he wrote, “His name is John.” Immediately his mouth was opened and his tongue set free, and he began to speak, praising God. All the neighbors were filled with awe, and throughout the hill country of Judea people were talking about all these things. Everyone who heard this wondered about it, asking, “What then is this child going to be?” For the Lord’s hand was with him.


Inilah Injil Suci menurut Lukas (1:57-66.80)
  
"Namanya adalah Yohanes."

Pada waktu itu, genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini, “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Ia kemudian tinggal di padang gurun sampai tiba harinya ia harus menampakkan diri kepada Israel.

(Demikianlah Sabda Tuhan)

SUMBER : RENUNGANPAGI.ID

Reflection :

Everyone who heard this wondered about it, asking, “What then is this child going to be?” For the Lord’s hand was with him.

If God has ordained a work, no human power can thwart it. His plans will unfold according to His timing and His will. Before Almighty God, human beings are not masters of His ways, but recipients of His grace, called to walk in the work He has prepared.


Sabtu, 20 Juni 2026

Seek first His kingdom and His righteousness

 

source : https://trustandobey.locals.com

Inilah Injil Suci menurut Matius (6:24-34)

    "Janganlah khawatir akan hari esok."

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. 

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, apa yang hendak kalian makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, apa yang hendak kalian pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan, dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian? 

Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, toh diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kalian jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 

Dan mengapakah kalian kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Namun Aku berkata kepadamu, Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 

Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan esok dibunag ke dalam api, tidakkah Ia akan lebih lagi mendandani kalian, hai orang yang kurang percaya? 

Maka janganlah kalian kuatir dan berkata, ‘Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. 

Akan tetapi Bapamu yang di surga tahu, bahwa kalian memerlukan semuanya itu. Maka carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kalian kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

Matthew 6:24-34

Reflection:

So do not worry, saying, ‘What shall we eat?’ or ‘What shall we drink?’ or ‘What shall we wear?’  For the pagans run after all these things, and your heavenly Father knows that you need them.  But seek first his kingdom and his righteousness, and all these things will be given to you as well. 

Being free from worry about our daily needs and our lives requires a brave heart and strong faith. It is a challenge for every believer. Great blessings await those who overcome this challenge, yet only a few truly live in such trust.

God asks us to do something that seems simple: "Seek first His kingdom and His righteousness."

What are His Kingdom and His righteousness?

• His Kingdom is already at work among believers through the Holy Spirit and the transforming power of the Gospel.

• His righteousness is the character of those who belong to His Kingdom. It means living according to God's will, reflecting His holiness, justice, and love.

Are we ready to be free from worry? Let us seek first His Kingdom and His righteousness, trusting that God knows our needs and will faithfully provide for us.

Jumat, 19 Juni 2026

Treasures in Heaven

 

source :https://www.doulospusat.com

Inilah Injil Suci menurut Matius (6:19-23)  

    
"Di mana hartamu berada, di situ pula hatimu."
   
Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 


Treasures in Heaven

19 “Do not store up for yourselves treasures on earth, where moths and vermin destroy, and where thieves break in and steal. 20 But store up for yourselves treasures in heaven, where moths and vermin do not destroy, and where thieves do not break in and steal. 21 For where your treasure is, there your heart will be also.

22 “The eye is the lamp of the body. If your eyes are healthy,[a] your whole body will be full of light. 23 But if your eyes are unhealthy,[b] your whole body will be full of darkness. If then the light within you is darkness, how great is that darkness!

Reflection :

The eye is the light of the body. Through our eyes we can see the beauty of the world, the brightness of the sun, and many wonderful things. In the same way, our heart is like our spiritual eyes. It gives us light so that we can see God's goodness and the light from heaven.

A life that is focused only on worldly things becomes dark because the ways of the world often oppose God's ways. Our heart is a guard that helps us listen to God's voice.

When our heart is filled with worldly desires, it becomes dark because we no longer listen to God's Spirit. Then the darkness of the world becomes even darker within us. How great is that darkness.

Senin, 11 Mei 2026

"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku".

 

sumber : https://emanhlw1.blogspot.com


Bacaan dari Kisah Para Rasul (16:11-15)

     
"Tuhan membuka hati Lidia, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus."
      
Setelah Paulus mendapat pesan dari Surga supaya menyeberang ke Makedonia, kami, Paulus dan Silas, bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake. Keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dan dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. 

Pada hari Sabat kami keluar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ. Setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. 

Salah seorang dari perempuan-perempuan itu, yang bernama Lidia, turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, seorang yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 

Sesudah dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, Lidia mengajak kami, katanya, “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan kepada umat-Nya
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (bdk. Yoh 15:26b.27b)
Roh Kebenaran akan bersaksi tentang Aku, sabda Tuhan; tetapi kamu juga harus bersaksi.
 
Inilah Injil Suci menurut Yohanes (15:26--16:4a)
    
"Roh kebenaran bersaksi tentang Yesus."
     
Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 

Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan; bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” 

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:

Pendahuluan

Ketika kita sedang berada dalam situasi yang sulit, ketika keadaan tidak menyenangkan, kadang kita bertanya,"Mengapa ini terjadi pada saya, Tuhan?" 

Renungan ini membahas bagaimana Tuhan sudah menyatakan sebelumnya kepada para muridNya, bagaimana situasi yaang amat sulit akan terjadi pada mereka.

Pemberitahuan Yesus Terhadap Para Rasul

"Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya, kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” 

Kalau Tuhan Maha Baik, mengapa situasi yang sulit ini harus terjadi? Bahkan para murid sudah diberitahu oleh Tuhan Yesus,  bahwa mereka akan dikucilkan; bahwa akan datang saatnya setiap orang yang membunuh para rasul akan menyangka bahwa mereka berbuat bakti bagi Allah. 

Betapa situasi menjadi terbolak balik, dan itu  dihadapi oleh para rasul di tengah mereka mengemban tugas yang diamanatkan oleh Yesus:"Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku. 

Murid-murid dalam Ketidakpastian

Apakah para murid menjadi galau atas segala yang diucapkan Yesus? Saya membayangkan situasi mereka, mungkin mereka jadi bingung atas segala perkataan Yesus ini. Mereka bertanya satu sama lain, apa sebenarnya maksud Guru. 

Dan detik-detik perpisahan dengan Yesus sudah semakin dekat. Yesus mulai berbicara bahwa Ia harus kembali kepada Bapa. Yesus sering sekali berbicara tentang hal-hal yang berat. 

Mereka mulai dihinggapi kecemasan dalam ketidakpastian, apa yang akan terjadi pada mereka bila Yesus sudah tidak bersama mereka? Dalam ketidakpastian mereka bertanya-tanya, apa sebenarnya maksud Sang Guru.
"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku". Sebenarnya apa maksudMu, Tuhan?

Sebelum berpisah Yesus hanya menjanjikan satu hal yaitu ,"Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Dalam ketidakpastian, para murid tidak jadi kecewa dan tidak menolak Yesus. Mereka tetap tinggal bersama Yesus.


Kita juga menghadapi Ketidakpastian

Kita juga sering sekali mengalami ketidakpastian. Kita bertanya-tanya saat kita mengalami kesulitan hidup. Seakan-akan Tuhan meninggalkan kita. Memikul beban hidup, mengalami penderitaan, terkena sakit, tertimpa musibah, membuat kita mulai menyangsikan Tuhan dan bertanya,"Mengapa ini terjadi pada saya? Apa maksudMu, Tuhan?"

Perkataan Tuhan Yesus kepada para muridnya  juga ditujukan kepada kita sebagai pengikutnya,"Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku".

Apakah kita juga bersikap seperti para murid, tidak kecewa dan tidak menolak Yesus? Tetap tinggal bersama Yesus walau dalam ketidakpastian?

Kesimpulan: Percaya pada Janji Tuhan

Para murid percaya pada Roh Penghibur yang dijanjikan Tuhan, walau mereka tidak tahu kapan Roh itu  akan datang.

Mereka percaya pada Tuhan, walau dalam kesulitan dan ketidakpastian. Apakah kita juga mampu bersikap seperti para murid tersebut? Percaya pada jTuhan walau dalam ketidakpastian? Tetap tinggal bersama Yesus? Percaya akan datangnya Roh Penghibur seperti yang dijanjikan Tuhan?

Para murid menjadi pedoman bagaimana semestinya kita bersikap di hadapan Tuhan. Hari demi hari dari bacaan harian kita akan tahu bagaimana hasil dari para murid yang tetap setia dan percaya pada Tuhan Yesus.