Kamis, 23 Oktober 2025

Aku datang untuk membawa api ke dunia, dan betapa Kuinginkan api itu menyala




sumber : catolik.com

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (6:19-23)
   
   
"Sekarang kalian telah dimerdekakan dari dosa dan telah menjadi hamba Allah."
  
Saudara-saudara, mengingat kelemahanmu, aku berbicara secara manusia. Sebagaimana kalian dahulu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kalian kepada kedurhakaan, demikianlah sekarang kalian harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kalian kepada pengudusan. 

Sebab waktu kalian menjadi hamba dosa, kalian bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kalian petik dari padanya? Semuanya menyebabkan kalian sekarang merasa malu, karena kesudahannya ialah kematian. 

Tetapi, sekarang kalian telah dimerdekakan dari dosa, dan menjadi hamba Allah. Maka kalian memperoleh buah yang membawa kalian kepada pengudusan, dan akhirnya hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; Ul: 40:5)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil
Alleluya
Ayat. (Flp 3:8-9)
Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah, supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia.
    
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (12:49-53)
  
"Aku datang bukannya membawa damai, melainkan pertentangan."
  
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala! Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung! 

Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah. Tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, bapa melawan putranya, dan putra melawan bapanya, ibu melawan putrinya, dan putri melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu, dan menantu melawan ibu mertuanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:
Sebab waktu kalian menjadi hamba dosa, kalian bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kalian petik dari padanya? Semuanya menyebabkan kalian sekarang merasa malu, karena kesudahannya ialah kematian. 

Ya, buah dari hamba dosa adalah memang rasa mau dan penyesalan. Namun sayang semua itu kita sadari setelah dosa terjadi. Betapa kita manusia memang terus berusaha lepas dari hamba dosa, dan betapa susahnya..

Maka sungguh berbahagia bahwa ada Seseorang yang terus berusaha memerdekakan kita dari hamba dosa, yaitu Yesus Kristus Tuhan kita. Yesus berjunag keras, sangat keras untuk upaya pembebasan ini. HatiNya sering masygul di tengah kegalauan, akan berhasilkah segala usahaNya ini? Akankah Ia menemukan iman di bumi?

Semoga kita bisa menjadi sasaran dari upaya Yesus yang berhasil diselamatkanNya, agar berkurang kesedihan hati Yesus. Amin.

Rabu, 22 Oktober 2025

"Dahulu memang kalian hamba dosa, tetapi sekarang kalian dengan segenap hat menjadi hamba kebenaran"

sumber : https://komunio.id/

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (6:12-18)    
  
"Serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang telah bangkit dari kematian."
     
Saudara-saudara, janganlah dosa berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kalian tidak lagi menuruti keinginannya. Janganlah kalian menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa, untuk dipakai sebagai senjata kelaliman. 

Tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah, sebagai orang-orang yang dahulu mati tapi sekarang hidup. Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk dijadikan senjata-senjata kebenaran. 

Sebab kalian tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kalian tidak berada di bawah hukum Taurat, melainkan di bawah kasih karunia. 

Jadi bagaimana? Apakah kita berbuat dosa karena tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 

Tidak tahukah kalian, bahwa dengan menghambakan diri kepada seseorang untuk mentaatinya, kalian menjadi hamba orang itu? Bahwa kalian harus mentaati dia baik dalam dosa yang memimpin kalian kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kalian kepada kebenaran? 

Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kalian hamba dosa, tetapi sekarang kalian dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah disampaikan kepadamu. Kalian telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Mazmur Tanggapan
Pertolongan kita dalam nama Tuhan.
Ayat. (Mzm 124:1-3.4-6.7-8; Ul: 8a)
1. Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita; - biarlah Israel berkata demikian, - Jikalau bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
2. Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu. Terpujilah Tuhan yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka!
3. Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap; jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Bait Pengantar Injil
Alleluya
Ayat. (Mat 24:22a.44)
Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:39-48)
   
"Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya."
    
Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kalian juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka.” 

Petrus bertanya, “Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksud dengan perumpamaan ini ataukah juga semua orang?” Tuhan menjawab, “Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya? 

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 

Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya, ‘Tuanku tidak datang-datang’. Lalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuannya akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia serta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. 

Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. 

Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut dari padanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut dari padanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:

Sudah Layakkah Aku menjadi Berkat?

Dahulu memang kalian hamba dosa, tetapi sekarang kalian dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah disampaikan kepadamu. Kalian telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Kalau hidup kita sampai saat ini masih baik-baik saja, mari kita sadari bahwa itu semua berkat kasih dan kemurahan hati Allah.

Karena kita pada awalnya adalah manusia pendosa, Allah bebas memberikan hukuman apa saja terhadap para pendosa. Tetapi karena begitu besar kasih cintaNya, maka Ia menyelamatkan hidup kita.

Hanya satu yang Ia pinta, turut serta dalam ajaran kasih dan kebenaranNya. Apakah kita akan celaka kalau mengikuti Dia? Sekali-kali tidak! Bahkan kemerdekaan, keselamatan, dan karya-karyaNya yang ajaib dengan murah hati diberikanNya untuk kita.

Maka kepada yang menerima banyak, kepadanya dituntut banyak pula untuk membagi rahmat yang sudah diterimanya itu kepada semakin banyak orang.

"Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut dari padanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut dari padanya.”

Jangan berpikir bahwa kita tidak menerima banyak dari Allah maka kita belum layak untuk menjadi berkat; sebaliknya mari kita telusuri hari demi hari, betapa banyak Allah sudah memberi keselamatan dan pertolongan kepada kita.

Sedikit yang kita punya, mari menjadi berkat. Semakin banyak yang kita punya, mari kita semakin menjadi berkat. Amin.



 

 

Orang Kudus hari ini: 22 Oktober 2025 Paus St. Yohanes Paulus II

Orang Kudus hari ini: 22 Oktober 2025 Paus St. Yohanes Paulus II
 
   
 
Hari ini Gereja memperingati Paus St. Yohanes Paulus II, yang pasti sudah sangat kita kenal. Dia adalah seorang tokoh yang sangat terkenal di Gereja, yang telah memimpin sebagai Paus, Pengganti Santo Petrus Rasul selama dua puluh tujuh tahun, mencapai banyak tonggak penting dan terobosan penting dalam sejarah Gereja dan keselamatan umat Tuhan. Paus Santo Yohanes Paulus II, juga dikenal dengan nama lahirnya Karol Jozef Wojtyla, adalah Paus Polandia pertama dan Paus non-Italia setelah hampir lima ratus tahun. Karol Jozef Wojtyla lahir di Polandia setelah Perang Dunia Pertama dari keluarga yang penuh kasih. Namun, sayangnya, ia kehilangan anggota keluarganya satu per satu, mulai dari ibunya, kemudian kakak laki-lakinya, dan akhirnya ayahnya, selama tahun-tahun awal Perang Dunia II yang keras.
  
Karol Wojtyla muda mengalami kesulitan selama masa perang, dan selama masa itu, ia menjalani persiapan seminari yang saksama sambil mengabdikan dirinya pada imamat. Ia ditahbiskan menjadi imam, dan kemudian menjalani masa penindasan berat lainnya terhadap umat Kristen oleh kaum Komunis, yang berkuasa saat itu. Umat Kristen dianiaya dan ditindas, tetapi Romo Wojtyla memperhatikan kebutuhan umatnya, dan ketaatan serta komitmennya yang tenang kepada Tuhan ini akhirnya membawanya terpilih pertama sebagai Uskup Auksilier Krakow, dan kemudian sebagai Uskup Agung Metropolitan Krakow, dan sejak saat itu, perannya sebagai pemimpin Gereja terus meningkat.

Setelah ditahbiskan sebagai Kardinal oleh Paus, Kardinal Wojtyla saat itu terus memperjuangkan hak-hak umat Kristen di tanah kelahirannya, di Krakow, dan di tempat-tempat lain, dan ia khususnya dikenang atas masa perjuangannya melawan pemerintah Komunis, saat ia memimpin umat beriman dalam upaya mendirikan sebuah gereja di kota baru Nowa Huta, yang saat itu disebut-sebut oleh pemerintah Komunis sebagai kota tanpa gereja, yang seolah-olah merupakan simbol kemenangan Komunisme atas iman Kristen. Kardinal Wojtyla membantu memimpin kampanye yang akhirnya membuahkan penyelesaian pembangunan gereja dan tempat ziarah di Nowa Huta, tempat Madonna (Bunda Maria) Hitam Nowa Huta yang kini tersohor.
   
Ia kemudian terpilih sebagai penerus Santo Petrus sebagai Paus dan pemimpin Gereja Universal. Sebagai Paus Santo Yohanes Paulus II, ia memimpin Gereja dalam kampanye pembaruan yang besar, memimpin Gereja melalui upaya-upaya untuk mewartakan Injil kepada lebih banyak orang, untuk mencapai persatuan yang lebih erat di dalam Gereja, perbaikan hubungan antara saudara-saudara yang terpisah di antara pecahan-pecahan kekristenan, serta perannya yang besar dan tak terlupakan dalam memimpin kejatuhan Komunisme, yang terjadi lebih dari satu dekade setelah ia menjabat sebagai Paus dan pemimpin Gereja. Ia melakukan perjalanan ke banyak negara, lebih banyak daripada Paus mana pun sebelumnya dan sejak saat itu hingga saat ini, dan sebagai para Rasul jauh sebelum zamannya dan zaman kita, Paus Santo Yohanes Paulus II terus melanjutkan misi yang dipercayakan kepada Gereja Allah.
 
Dan Paus St. Yohanes Paulus II mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada pekerjaan dan misi yang telah Tuhan panggil untuknya, seperti yang ditunjukkan dalam mottonya, “Totus Tuus”, yang berarti, “Semua adalah milik-Mu”. Motto ini mewujudkan dengan tepat apa yang diyakini Paus St. Yohanes Paulus II dalam hidupnya, dalam bagaimana ia terus menjalankan misinya sebagai hamba Tuhan yang taat. Ia yang telah mengalami kehilangan yang menyedihkan dari keluarga, teman, dan orang lain yang dikenalnya sejak awal dalam hidupnya karena sakit dan perang, menyerahkan semua yang dimilikinya kepada Tuhan, dan mempercayakan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan dan kepada bimbingan Bunda-Nya yang Diberkati, Maria.

Banyak di antara kita yang menyadari banyaknya prestasi dan karya baik yang telah dilakukan oleh Paus St. Yohanes Paulus II sepanjang hidupnya dan sepanjang masa jabatannya sebagai Paus, sebagai pemimpin Gereja Universal. Namun, ini merupakan pelajaran dan pengingat penting bagi kita semua bahwa setiap orang di antara kita juga dapat melakukan hal yang sama, asalkan kita belajar untuk melepaskan diri dari segala keterikatan terhadap keinginan dan kesenangan duniawi, yang telah menjadi hambatan dan rantai yang menjauhkan kita dari kemampuan untuk memberikan upaya terbaik kita

sumber : renunganpagi.id

Selasa, 21 Oktober 2025

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang.

sumber : https://renunganhariankatolik.video.blog

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Umat di Roma (5:12,15b,17-19,20b-21)    

     
"Jika karena dosa satu orang maut telah berkuasa, betapa hebatnya mereka akan berkuasa dalam kehidupan."
    
Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 

Jika karena pelanggaran satu orang semua orang jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia dan anugerah Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus. 

Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa maka lebih benar lagi yang terjadi atas mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran: mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 

Sebab itu sebagaimana oleh satu pelanggaran semua orang mendapat penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang mendapat pembenaran untuk hidup. 

Jadi, sebagaimana oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua menjadi orang benar. Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia berlimpah-limpah. 

Jadi, sebagaimana dosa berkuasa dalam alam maut, demikianlah pula kasih karunia akan berkuasa karena Tuhan kita Yesus Kristus membenarkan kita untuk hidup kekal.
  
Tanggapan
Mazmur
Ya Tuhan aku datang melakukan kehendak-Mu.
Ayat. (Mzm 40:7-8a.8b-9.10.17)
1. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban baker dank urban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah Tuhan, aku datang!”
2. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
3. Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
4. Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata, “Tuhan itu besar!”

Bait Pengantar Injil
Alleluya
Ayat. (Luk 21:36)
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.     
 
Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:35-38)
   
"Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga."
     
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. 

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. 

Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dini hari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu.”

Demikianah Sabda Tuhan.

Renungan:
Pundi-pundi Keselamatan

Karena dosa, Adam dan Hawa terusir dari taman Eden. Kabahagiaan yang sudah diberikan Allah kepada mereka, harus diambil karena mereka berbuat dosa. Taman Eden adalah tempat kudus, tempat para orang-orang kudus; maka dosa setitik saja sudah mencoret namanya; tak berhak lagi tinggal di sana.

Maka manusia terseok-seok menjalani kehidupan yang keras di bumi. Keras karena ia harus bertahan untuk hidup, sekaligus melawan godaan iblis yang leluasa mengganggu manusia. Iblis sang sumber dosa tidak bisa hidup di Eden, maka dunia adalah arena kerjanya. Dunia menjadi sarana penggodaan baginya untuk menjaring manusia berkumpul daam kerajaan jahanamnya. 

Semakin banyak manusia jadi korban, semakin bahagia ia, karena per manusia yang jatuh dalam cengekeramannya, membuat sedih hati Allah. Manusia ciptaan Allah yang jatuh ke tangan setan, itu adalah goresan luka mendalam bagi Allah.

Maka Allah terus berusaha menyelamatkan manusia. Seandainya manusia tidak berbuat dosa dan tetap berkumpul dalam Kerajaan Allah, betapa bahagia hati Allah.

Karya Keselamatan terus dikerjakan Allah. Dan puncaknya, karena pengorbanan satu Anak Manusia, Sang Putera Allah sendiri, manusia mendapat kesempatan diselamatkanNya. Namun apakah Ia mendapatkan iman di bumi?

Bumi adalah pusat pergolakan dan arena penggodaan. Perang antara kuasa Allah dan kuasa setan terjadi di sana. Tinggal subyeknya, si manusia sekarang yang jadi penentu, akankah ia bergabung dalam kerajaan surga atau kerajaan neraka.

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. 

Maka berbahagialah manusia yang terus bertahan dari godaan setan. Yang berjuang untuk tetap setia pada Tuhan. Setan yang pandai mengubah diri dalam rupa yang indah, menggoda, menikmatkan, dan memabukkan; namun sesungguhnya cengkeraman maut adalah tujuannya. Tak ada ampun atau belas kasihan dalam dirinya.

Maka ketika manusia terus berusaha melawan godaan setan dan mencoba terus bertahan untuk tetap setia pada Allah, itulah arti berjaga. Itulah pundi-pundi keselamatan.

Allah tidak akan menunda waktu untuk menolongNya. Bahkan  Ia sendiri yang akan berperang melawan setan agar manusia yang sudah tidak berdaya menjadi selamat bahkan menjadi pemenang.

Ya, pertempuran akan bertarung terus menerus, selama manusia hidup. Hanya manusia yang berjaga yang akan diselamatkanNya.

Senin, 20 Oktober 2025

"Orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri”

sumber : https://catatanseorangofs.wordpress.com

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (4:20-25)   

    
"Kita pun dibenarkan karena mengimani Allah."
  
Saudara-saudara, terhadap janji Allah Abraham tidak bimbang karena kurang percaya, tetapi sebaliknya, ia malahan diperkuat dalam imannya dan memuliakan Allah. Ia yakin penuh bahwa Allah berkuasa melaksanakan apa yang telah dijanjikan-Nya. Maka hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 

Kata-kata ‘hal ini diperhitungkan kepadanya’ tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi untuk kita juga, sebab kepada kita pun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus yang telah diserahkan karena pelanggaran kita, dan dibangkitkan demi pembenaran kita.

Kidung Tanggapan
Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya.
Ayat. (Luk 1:69-70.71-72.73-75; Ul: 68)
1. Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, putera Daud, hamba-Nya. Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
2. Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, dan dari tangan semua lawan yang membenci kita. Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
3. Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita, akan membebaskan kita dari tangan musuh, agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut, dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Bait Pengantar Injil
Alleluya
Ayat. (Mat 5:3)
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:13-21)
  
"Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?"
  
Sekali peristiwa Yesus mengajar banyak orang. Salah seorang dari mereka berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan daku.” 

Tetapi Yesus menjawab, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seseorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung dari kekayaannya itu.” 

Kemudian Ia menceritakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak punya tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku’. 

Lalu katanya, ‘Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung-lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku. 

Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya. Beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!’ 

Tetapi Allah bersabda kepadanya, ‘Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu. Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu?’ 

Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:

"Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Inilah kalimat kunci bagi para orang kaya. Apakah Yesus tidak memperbolehkan seseorang menjadi kaya raya? Apakah para pengikut Yesus rang miskin, kecil, tersingkir dan sederhana?

Tidak jawabannya! Yesus tidak melarang para pengikutNya menjadi orang kaya raya. Yang tidak berkenan di hadapanNya adaah ketika kekayaan itu digunakan untuk memuaskan diri sendiri, sama sekali tidak memikirkan orang lain. Orang yang demikian disebut Yesus 'miskin di hadapan Allah'. 

Memang benar, kekayaan bila dipakai untuk membantu orang lain, maka sukacita kita semakin bertambah, dan Allah juga akan semakin memberi berkah. Berbahagialah orang kaya yang demikian.

Sabtu, 18 Oktober 2025

Yesus mengutus 70 murid

sumber : https://www.catatanseorangofs.wordpress.com

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 4:10-17b)

    
"Hanya Lukas yang tinggal dengan aku."
       
Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia, sedang Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia kemari, karena pelayanannya penting bagiku. 

Tikhikus telah kukirim ke Efesus. Jika engkau kemari, bawalah juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 

Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku; semuanya meninggalkan aku. -- Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka. -- Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.

Mazmur Tanggapan
Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Ayat. (Mzm 145:10-13ab.17-18)
1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
3. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil
Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 15:16)
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.
    
Inilah Injil Suci menurut Lukas (10:1-9)
  
"Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya."
     
Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 

Kata-Nya kepada mereka, "Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! 

Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. 

Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, 'Damai sejahtera bagi rumah ini.' Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. 

Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. 

Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, 'Kerajaan Allah sudah dekat padamu'."

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:
"Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan".

Rasanya perintah dan persyaratan yang dikatakan oleh Tuhan Yesus terjadi kontradiksi. 
  • Yesus mengutus para murid mewartakan Injil. Itu seperti menyuruh anak domba masuk ke tengah-tengah serigala. Bukankah ini sangat membahayakan? Taruhannya ialah nyawa.
  • Dilain pihak Yesus berkata jangan membawa bekal, pundi-pundi, atau kasut. 
    •   Tanpa bekal apapun, bukankah murid-murid bisa kelaparan? 
    • Tanpa pundi-pundi, artinya tanpa membawa uang, jadi murid-murid tidak bisa membeli perbekalan. Bukankah ini menjadi keadaan yang tidak menyenangkan?
    • Tanpa kasut, atau tanpa membawa ganti alas kaki. Jadi kalau kasut mereka rusak, ya sudah, mereka tidak bisa memakai alas kaki lagi.
  • Semua keadaan di atas bukan keadaan yang menyenangkan.
  • Selama dalam perjaanan, dilarang memberi salam pada siapa pun. Mengapa?
Itulah hal-hal yang berkecamuk dalam pikiran kita sebagai manusia. Tapi Tuhan Yesus Maha Kuasa dan tahu apa yang akan terjadi. Semua akan baik-baik saja, bahkan murid-murid akan berhasil, kalau mereka taat pada perintah Yesus.

Bagaimana dengan kita? Kuatkah kita menahan rasa kecamuk dan pergolakan batin kita saat menghadapi ketidaknyamanan dan kesulitan? 

Perintah Yesus itu bisa kita terjemahkan untuk kita kadang berpuasa, menahan diri, dan menahan sakit baik jiwa maupun raga, kuatkah kita?

Perintah jangan memberi salam, bisa diartikan agar para murid tetap fokus pada tujuan; bagaimana dengan kita, sangat mudahkah kita untuk meleng dan kemudian lupa bahkan menyerah?

Perintah Yesus pada 70 murid hari ini, menjadi pedoman bagi kita untuk melangkah sebagai murid-murid Yesus. 

Selamat berjuang dan mencapai keberhasilan. Tuhan Yesus menyertai.

Jumat, 17 Oktober 2025

Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

sumber : https://renunganhariankatolik.video.blog

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (4:1-8)   

  
"Abraham percaya kepada Allah, dan hal itu diperhitungkan sebagai kebenaran."
    
Saudara-saudara, apakah yang akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur kita? Sebab jika Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia mendapat alasan untuk bermegah, tetapi bukan di hadapan Allah. 

Sebab apa kata Kitab Suci? “Abraham percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” 

Kalau ada orang bekerja, upahnya diperhitungkan bukan sebagai hadiah, melainkan sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. 

Demikian juga Daud memuji bahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, dan dosa-dosanya ditutupi. Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Mazmur Tanggapan
Engkaulah persembunyian bagiku. Engkau melindungi aku sehingga aku selamat dan bergembira.
Ayat. (Mzm 32:1b-2.5.11)
1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni, dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu!
2. Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku menghadap Tuhan, dan mengakui segala pelanggaranku.” Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
3. Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, bersorak gembiralah, hai orang-orang jujur!

Bait Pengantar Injil
Alleluya
Ayat. (Mzm 33:22)
Tunjukkanlah kiranya kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab pada-Mulah kami berharap.

Inilah Injil Suci menurut Lukas (12:1-7)
   
"Rambut kepalamu terhitung semuanya."
    
Sekali peristiwa, berkerumunlah beribu-ribu orang, sehingga mereka berdesak-desakan. Yesus lalu mulai mengajar pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, “Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan kaum Farisi. Tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui. 

Karena itu apa yang kalian katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan yang kalian bisikkan ke telinga di dalam kamar akan dimaklumkan dari atas atap rumah. 

Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kalian takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi kemudian tak dapat berbuat apa-apa lagi. 

Aku akan menunjukkan kepadamu siapakah yang harus kalian takuti. Takutilah Dia yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. 

Sungguh, aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dilupakan Allah. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena tu jangan takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan:
Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. 

Iman memutarbalikkan segala logika manusia. Abraham percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” 

Alah Sang Maha sangat menghargai kepercayaan dan iman kita kepadaNya. Ia memperhitungkan dan membalasnya dengan karunia berlipat-lipat.

Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena tu jangan takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.”

Jangan takut, iman menyelamatkan kita