Selasa, 06 Januari 2026

"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

 

sumber : https://katolisitas.org


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (4:11-18)
  
"Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita."
    
Saudara-saudariku yang terkasih, Allah begitu mengasihi kita! Maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 

Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: yakni bahwa Ia telah mengaruniai kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah bersaksi bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 

Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. 

Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yakni kalau kita mempunyai keberanian yang penuh iman pada hari penghakiman, karena, sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 

Di dalam kasih tidak ada ketakutan, sebab ketakutan mengandung hukuman, dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
 
Mazmur Tanggapan
Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ayat. (Mzm 72:1-2.10.12-13; R:11)
1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
2. Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, segala bangsa menjadi hambanya!
3. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.

Bait Pengantar Injil
Alleluya, alleluya
Ayat. Terpujilah Engkau, Kristus, yang diwartakan kepada para bangsa! Terpujilah Engkau, Kristus, yang diimani oleh seluruh dunia.

Inilah Injil Suci menurut Markus (6:45-52)
  
"Para murid melihat Yesus berjalan di atas air."
  
Sesudah memberi makan lima ribu orang, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu, dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida. Sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah berpisah dari mereka, Yesus pergi ke bukit untuk berdoa. 

Ketika hari sudah malam, perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat. Ketika melihat betapa payahnya para murid mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Yesus datang kepada mereka berjalan di atas air, dan Ia hendak melewati mereka. 

Ketika melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat-Nya dan sangat terkejut. 

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. 

Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

Demikianlah Sabda Tuhan

Renungan:
Tenang, Ada Yesus

Mari kita membayangkan sebuah perahu yang terombang ambing
di atas danau yang tiba-tiba airnya digoyang hebat oleh badai.
Perahu itu terombang ambing ke sana kemari tanpa daya.
Di dalamnya ada 12 orang yang benar-benar ketakutan. 

Dua belas orang itu adalah murid-murid Yesus.
Mereka benar-benar panik, takut, cemas, dan tidak berdaya.
Mungkin mereka berpikir bahwa maut sudah dekat sekali pada mereka, dalam sekejap perahu mereka bisa terbalik dan mereka tenggelam.

Tiba-tiba dari kejauhan mereka melihat seseorang berjalan tenang di atas air, seakan-akan ia berjaan di atas jalan datar.
Murid-murid terkesima, dan makin ketakutan karena mengira itu hantu atau malaikat pencabut nyawa. Mereka berteriak-teriak, mungkin teriak ketakutan atau teriak minta tolong.

Namun setelah makin dekat, tahu lah mereka bahwa itu Yesus Sang Guru.
Dengan tenang Yesus naik ke atas perahu mereka, dan langsung memerintahkan angin ribut untuk diam. Seketika angin berhenti dan danau menjadi sangat tenang
Sekejap kesunyian menerpa.
Murid-murid terpana, siapa di hadapan mereka ini orang yang sangat hebat dan penuh kuasa?
Mereka masih belum sepenuhnya menyadari bahwa inilah Yesus Kristus, Sang Mesias, Putera Allah, Yang diutus ke dunia untuk menyelamatkan manusia.

Rasanya belum habis kekaguman mereka karena Yesus mampu menggandakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang, sekarang mereka dihadapkan pada fakta bagaimana alam pun tunduk dan taat kepadaNya.

Inilah Yesus kita!
Badai topan yang menerjang hidup kita,
yang membuat kita benar-benar tak berdaya.
Ada Yesus tempat kita berharap dan minta tolong.
Dan Ia yang Maha Kuasa mampu meredakan dan menyelesaikan semuanya.
Mari percaya dan mendekat pada Yesus.

percaya,
percaya,
berserah,
pasrah,
mohon ampun,
mohon diterangi dengan 
cahaya IlahiNya.

tenang,
percaya,
pasrah, 
berharap,
tenang,
percaya,
pasrah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar